24 Januari 2011

Agus Martowardoyo: Kebijakan yang Mantap, Pak Lik!

Sueneng rasanya, ternyata aku engga salah pilih orang, jauh-jauh hari sebelum Pak Lik Agus Martowardoyo diangkat jadi Menteri Keuangan dan masih menjabat sebagai direktur Bank Mandiri, aku udah yakin klo Pal Lik Agus memiliki mental sebagai problem solver. Pak Lik Agus Martowardoyo emang mantap abissss....!

Kebijakan untuk mengurangi biaya perjalanan berdasarkan analisis manfaat perjalanan adalah jenis kebijakan yang sangat dinanti-nanti oleh Blog Titen. Sudah terlalu banyak program-program sampah di negeri ini, pembersihan program sampah yang dimulai dari program perjalanan dinas adalah cara yang efektif! Blog Titen berharap, kelak akan ada program peningkatan SDM PNS yang efektif untuk membabat habis mental "hidup malas dengan biaya negara".

Jujur saja, aku engga tahu pasti kenapa aku begitu memuji Pak Lik Agus saat menulis tentang kasus Bank Century. Mungkin karena tiba-tiba aku merasa sreg dan cocog saat melihat Pak Lik Agus bersuara lantang dalam rapat rahasia bersama Mbok Dhe Sri Mulyani. Suara lantang itu adalah suara yang paling logis dari hasil analisis tajam diantara suara-suara buta yang penuh nafsu iblis.

Mungkin pula karena Pak lik Agus memiliki latar belakang pendidikan teknik yang berarti sama dengan Blog Titen ... the engineering brotherhood! Hahaha ... Yang jelas, latar belakang teknik ini menjamin bahwa Pal Lik Agus belum teracuni oleh penyelewengan ilmu ekonomi, karna semula ilmu ekonomi adalah untuk kesejahteraan bersama tapi kini digunakan untuk mengeruk keuntungan yang menyisakan kemiskinan di tempat lain.

Mungkin, Pak Lik Agus adalah satu-satunya menteri yang memiliki kapasitas sebagai problem solver atau penyelesai masalah. Coba bandingkan dengan 'logika hukum' yang menghukum para petugas pemeriksa paspor imigrasi yang dianggap lalai membiarkan Gayus lolos ke luar negeri. Apakah sanksi pada para petugas imigrasi ini akan menyelesaikan masalah? Sama sekali tidak. Akar lolosnya Gayus adalah karena sistem pengawasan penjara yang jebol dan sama sekali engga ada hubungannya dengan petugas pemeriksa paspor imigrasi.

Jika 'logika hukum' di atas hendak bertujuan untuk mencegah pelarian narapidana, maka seluruh petugas pemeriksa paspor imigrasi harus menghafal wajah seluruh narapidana di Indonesia. Hanya dengan cara ini maka petugas imigrasi bisa mencegah larinya narapidana ke luar negeri. Hanya saja, hanya orang idiot yang akan menyuruh seorang manusia untuk mengerjakan sesuatu yang hampir mustahil yaitu menghafal ribuan wajah narapidana!

Jadi, petugas pemeriksa paspor imigrasi sama sekali tidak bisa disalahkan, yang patut dikejar adalah petugas yang terlibat dalam pembuatan paspor Gayus ... itupun kalo ada.

Dan negeri ini ternyata emang negeri yang lucu. Di saat kiat mencoba meluruskan cara berpikir seperti di atas, kita dianggap sedang memperkeruh suasana. Sing guoblok ki sopo, coba .... Jika saja penyelesaian masalah negara terus menerus konyol seperti di atas, tidak tertutup kemungkinan misi Black Case Ops akan dilancarkan di Indonesia seperti yang sudah terlaksana di Tunisia dan kini di Mesir dan Yaman. Jika Black Case Ops gagal, maka akan menjadi misi teror publik seperti yang terjadi di Moscow.

Blog Titen berharap agar Pak Lik Agus tetap menjaga diri dari para politisi, karena politisi akan mempengaruhi objektifitas analisis. Juga harus menjaga diri dari orang-orang di lingkaran istana yang hanya memikirkan kekuasaan dan pasti juga akan merusak ketajaman pisau analisis. Dan yang paling penting adalah menjaga hati agar tidak ketularan budaya "hidup malas dengan biaya negara".

Blog Titen berarap Pak Lik Agus Martowardoyo memiliki kualitas analisis yang sebanding dengan Economic Hit Man dan nasionalisme yang sebanding dengan Soekarno!

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini