17 Desember 2010

Nasionalisme Tumbuh via PSSI ... So what?

Euforia nasionalisme berkembang pesat seiring dengan prestasi PSSI ... engga sia-sia dweh bikin artikel tentang inspirasi nasional dan inspirasi dari olah raga. Tapi sayangnya kok sepertinya pemerintah engga tahu apa yang harus dilakukan setelah euforia nasionalisme itu tumbuh ... Lalu apa sesungguhnya tujuan pemerintah menumbuhkan nasionalisme?

Blog Titen sebagai salah satu pengusung ide untuk menumbuhkan nasionalisme tentunya memiliki tujuan sendiri, yaitu memanfaatkan euforia nasionalime untuk mencegah ancaman disintegrasi bangsa. Jauh-jauh hari usah kelihatan kalo kasus ancaman perpecahan nasional seperti kasus Keistimewaan DIY, bakan nongol. Nah, meskipun warga DIY marah dengan keangkuhan pemerintah pusat, namun sense of belonging terhadap PSSI masih tersisa. Masih banyak warga DIY yang juga bangga dengan kemenangan atas Philipina. Tinggal kita rencanakan untuk melakukan kegiatan yang dapat menularkan ikatan nasionalisme warga DIY dengan pemerintah pusat, bukan?

Apa yang dilakukan pemerintah justru sebaliknya, bukannya menyebarkan spirit nasionalime tapi malah menaikkan harga tiket masuk untuk melipatgandakan keuntungan materi. Ini tanda bahwa pengelolaan negara masih dikuasai mental kapitalis ... mungkin karena kita menganut "demokrasi yang harus balik modal" kali yah ...

Di China, uang udah tidak lagi diperhitungkan dalam pembangunan. Demi menciptakan lapangan pekerjaan yang sebesar-besarnya, pemerintah China mau menanggung dua pertiga dari 1300 perusahaan tidak dapat balik modal sesuai prakiraan, masih ditambah lagi 20% kredit bank bermasalah, dan entah masalah apa lagi. Dengan fenomena seperti ini, dengan enteng Presiden Beijing National Accounting Institute mengatakan, "Kami memang harus berkorban (sacrifice) banyak."

Kaum kapitalis takkan mengenal istilah sacrifice, berkorban untuk diri sendiri ada susah minta ampun apalagu berkorban untuk negara. Makanya, contoh pengorbanan itu seharusnya diberikan oleh pemerintah, bukan malah memanfaatkan momentum untuk menaikkan harga!

Di sisi lain, banyak orang yang ngaku-ngaku sebagai orang bijak mengatakan, berkorbanlah untuk negara dimulai dari diri sendiri. Kalau pemerintah sendiri justru memanfaatkan momentum untuk mengambil keuntungan bukannya berkorban ... apakah kita juga harus berkorban? Orang-orang "bijak" itu tak lain adalah para iblis bertopeng malaikat yang mendukung pemiskinan bangsa yang mengarah pada kekufuran!

Atau jangan-jangan pemerintah seperti biasanya ... hanya copy-paste ide nasionalisme melalui olah raga tanpa memahami secara mendalam maksud dan tujuan ide ini yah ...

Udah ah, ... aku lagi ga berminat membahas isyu-isyu nasional ....

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini