11 Oktober 2010

Google Earth: Mencari Penyebab Banjir Wasior adalah Tugas OCC Bina Graha.

Kontroversi penyebab banjir bandang Wasior cuman bikin ribut dan semkin menunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang cuma bisa mbacot (ngomong) dan tak bisa kerja! Daripada ikut-ikutan nambah ribut, mendingan buka Google Earth untuk mengkaji lingkungan sekitar Wasior.

Dan inilah dari gambar Google Earth yang diunduh tanggal 10 Oktober 2010.

Sayangnya, gambar pemukiman Wasior tidak terlihat pada gambar di atas, jadi cuman bisa kira-kira. Namun, dari gambar di atas dapat dilihat adanya areal terbuka di daerah A. Jika terjadi hujan deras, tanah di daerah A bisa erosi dan mengendap di daerah B. Endapan ini akan membendung air yang datang dari daerah C. Karena ‘bendungan’ ini dibuat dari lumpur erosi, maka tidak akan kuat menahan aliran air yang terus-menerus dari daerah C, makanya ‘bendungan’ itupun jebol dan mengakibatkan banjir bandang.

Pertanyaannya, apakah areal terbuka di daerah A sudah ada sebelum banjir bandang? Ataukah areal itu terbuka setelah terjadi banjir bandang?  Coba kita pakai Google Earth History untuk mengetahui kondisi sebelum terjadinya banjir bandang. Ternyata ...





Gambarnya makin tidak jelas! Brengsek! Padahal kalau saja seluruh gambar bisa terlihat jelas, kita bisa memperkirakan apakah banjir bandang ditimbulkan akibat pembalakan liar, bencana alam, atau hal lain ...

Sebenernya, semua daerah rawan bisa dikaji dengan pencitraan satelit. Tekstur tanah Jakarta juga bisa dikaji untuk menentukan pembangunan jalur saluran air yang membebaskan Jakarta dari banjir ataupun air menggenang ...

Katanya, pemerintah kita sudah punya "Situsion Room" di Kantor Bina Graha Jakarta, yang katanya bisa mengamati kondisi di seluruh wilayah tanah air. Aku membayangkan Situasion Room ini seperti sebuah Observatory Commads Center (OCC) yang juga bisa menganalisa kondisi geografis tiap meter persegi wilayah NKRI.

Tapi mungkin kita harus maklum, OCC Bina Graha ini masih terlalu muda usianya sehingga belum bisa menjangkau analisa geografis di daerah terpencil seperti Wasior. Yah, setidaknya artikel ini bisa memberikan gambaran tentang harapan seorang warna negara kelas teri mengenai apa yang bisa dilakukan oleh OCC Bina Graha. Mohon agar masukan ini tidak dikategorikan sebagai omong doang, toh Blog Titen udah berusaha melalui akses Google Earth dan mengeluarkan biaya untuk sewa di warnet, tapi yah harap maklum kalo emang cuman segitu kemampuan aksesnya.

Memang OCC Bina Graha ini berdiri atas masukan dari pakar asing, Lie Kuan Yew dan McKinsey. Blog Titen membuat tulisan tentang OCC setelah pemerintah terlebih dahulu menerima usulan yang sama dari kedua pihak asing tersebut.  Apakah gambaran pekerjaan OCC Bina Graha yang dipaparkan di artikel ini juga menunggu dukungan dari pakar asing untuk dilaksanakan?

Selanjutnya: Memantau Kinerja Kemenhut: Wasior Pasca Eksplorasi Via Google Earth

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini