19 Oktober 2010

Bukti Ilmu Ekonomi Salah Kaprah: Sedih atau Senang yah ….

Hadiah Nobel bidang ekonomi tahun 2010 ternyata diberikan kepada para ekonom yang melawan arus ilmu ekonomi yang berkembang.   Dan para ekonom tersebut meneguhkan hasil analisis ilmu ekonomi Blog Titen.

Komite pemberian hadiah Nobel mengatakan bahwa paham ilmu ekonomi klasik mengajarkan hubungan antara suplay dan demand berkorelasi langsung padahal kenyataannya tidak demikian.  Jadi mengasumsikan semua baik-baiik saja menggunakan indikator ekonomi makro adalah sebuah usaha menggali kuburan sendiri. Statement komite hadiah Nobel  ini dapat anda temukan pula di artikel Blog Titen bukan?

Blog Titen mulai tertatik membuat analisa ekonomi setelah kasus krisi subprime mortgage. Mungkin  karena latar belakang pendidikan Blog Titen adalah teknik mesin, sehingga benar-benar menerapkan logika berpikir tanpa dipengaruhi oleh asumsi-asumsi umum ekonomi. Jadi maaf klo Blog Titen dengan narsis mengatakan bahwa analisisnya lebih objektif … hahahaha.

Asumsi-asumsi yang sudah terlanjur meracuni pamahaman para ekonom membuat para ekonom tidak mudah memahami pernyataan Blog Titen bahwa krisis subprime mortgage telah menghancurkan sendi-sendi/struktur ekonomi Amerika Serikat sehingga tidak akan mudah bangkit. Mungkin salah satu anggota Komite Hadiah Nobel yang bernama Tore Ellingsen telah berhasil membebaskan diri dari asumsi ilmu ekonomi klasik sehingga dia juga mengatakan hal yang sama dengan Blog Titen.

Pada saat Blog Titen membuka topic diskusi seperti ini di beberapa forum diskusi internasional seperti BBC Message-Board, pada umumnya tanggapannya positif. Dengan kata lain, sesungguhnya para ekonom sudah menyadarinya namun masih terpenjara dalam sumsi-asumsi yang dipercayainya.

DI awal tahun 2010, Blog Titen mencoba mengangkat tema bahwa pelaksanaan FTA serta berbagai bencana akan meruntuhkan struktur ekonomi Indonesia. Tapi sayang, tema ini sepi tanggapan pada saat itu. Baru akhir-akhir ini bermunculan peringatan akan runtuhnya struktur ekonomi kita setelah ada berita tentang ancaman kekurangan bahan pangan akibat bencana alam. 

Sayangnya, para penerima hadiah nobel bidang ekonomi ini hanya membeberkan betapa ngawur asumsi-asumsi dalam ilmu ekonomi, tapi tidak memberikan solusi bagi krisis subprime mortgage. Blog Titen pernah mengusulkan solusi dengan cara “membangun peradaban baru” untuk mengatasi keruntuhan struktur ekonomi. Tapi sayang, solusi ini sepi tanggapan. Mungkin karena solusi ini harus mendobrak berbagai imu pengetahuan yang selama ini kita asumsikan benar, membuat banyak pihak merasa alergi.

Akhir-akhir ini, Blog Titen berusaha merumuskan solusi yang tidak mendobrak ilmu pengetahuan, yaitu konsep ekonomi berbasis komunitas. Tapi solusi ini juga masih sepi peminat. Jadi, Blog Titen cuman berharap bahwa masih banyak orang yang mau memandang ekonomi dengan benar-benar objektif dan merumuskan solusi lebih efektif demi dunia yang lebih baik kelak dikemudian hari.

Blog Titen merasa senang dengan klarifikasi hasil analisis ekonominya, tapi sekaligus juga sedih karena menyaksikan keruntuhan struktur ekonomi Indonesia. Jadi harus gemana ne? Sedih atau senang?

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini