22 September 2010

Perang Melawan Teroris sudah menjadi Psywar?

Sepertinya, Blog Titen terlambat memberikan warning akan adanya perlawanan balik dari para teroris. Artikel Dunia Intelejen: Sinyal-sinyal Kekacauan? baru nongol pada 14 Agustus 2010. Ditambah lagi, artikel itu engga secara eksplisit mengatakan akan adanya balas dendam dari para teroris. Hanya menyatakan bahwa operasi intelejen yang sedang dilaksanakan negara  adalah operasi "Asal Bapak Senang" dengan kode sandi "Operasi Gantung Diri".

Serangan terhadap markas kepolisian menunjukkan bahwa peperangan melawan teroris sudah bukan lagi kejar-kejaran seperti layaknya kartun Tom & jerry,  tapi sudah naik ke level psywar alias perang psikologis. Polisi sebagai instansi yang tidak lagi dihargai oleh sebagia besar masyarakat, mulai dilawan oleh organisasi teroris. Masyarakat akan memilih, polisi atau teroris. ..............this is a psywar.

Tapi ada opsi ketiga, yaitu perusahaan jasa security swasta. Perusahaan macam ini sudah tidak lagi dikelola dengan managemen preman, tapi sudah mulai professional. Bukan tidak mungkin perusahaan- perusahaan macam  ini akan membangun kekuatan intelejennya sendiri.

Jadi, apakah kepercayaan terhadap perusahaan jasa security akan mengambil alih kepercayaan terhadap kepolisian?

Satu pesan dari Blog Titen, "Mesiu takkan mampu menghancurkan ideology, jadi berperanglah secara cerdas bukan arogan.".

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini