20 September 2010

Mengurai Pembangunan Salah Kaprah ....

Hingga Agustus 2010, belum ada studi ilmiah mengenai kontrol akses pornografi via internet.  Yang ada baru informasi yang bersumber pada ‘tiga gadis Rusia’ yaitu Katanya, Katanya dan Katanya. Jadi, apakah dasar pemblokiran pornografi internet yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia sudah menjalani studi yang layak? Atau hanya euphoria gerakan moral yang tidak pasti efek domino-nya?

Kita mengakses pornografi karena secara alami kita menginginkan adanya hormone dofamin di dalam darah kita. Pornofgrafi membuat tubuh memproduksi dofamin. Pemblokiran tidak akan menghentikan keinginan kita memproduksi dofamin. Sehingga pemblokiran situs porno di internet akan bermetamorfosa ke media lain, seperti ponsel. Dengan menggunakan ponsel sebagai media pornografi, maka penikmat pornografi akan terlibat dalam interaksi sosial sehingga  makin mudah berubah menjadi pelaku pornografi.

Baru bulan September 2010, journal Behavior Therapy menerbitkan studi mengenai para penikmat pronografi. Sayangnya, masih premium access, jadi aku engga bisa kasih banyak info. Tapi pemerintah tentu bisa mengaksesnya, bukan? Bisa dipelajari sebagai dasar untuk melaksanakan riset sejenis di Indoensia, jangan ditelan mentah-mentah seperti biasanya.

Membuat kebijakan luhur tanpa memperhatikan realitas, sepertinya udah menjadi makanan sehari-hari pemerintahan kita.  Ambil contoh, kegiatan studi banding kepramukaan ke Afrika Selatan. Apakah sudah diketahui betul kondisi kepramukaan Indonesia? Kondisi-kondisi apakah yang membuat Afrika Selatan dapat dipilih sebagai tujuan studi banding? Dan seterusnya, semuanya bull shit.

Membuat program yang muluk-muluk tanpa memperhatikan realitas adalah ajaran pembodohan yang dilakukan oleh Mafia Barkeley kepada Indonesia. Mereka memberitahukan bahwa luar negeri lebih bagus dan kita harus mencontohnya. Para Mafia Barkeley mengajarkan pada murid-muridnya, murid-muridnya pun mengajarkan hal yang sama kepada generasi selanjutnya. Akhirnya, kita pun menjadi bangsa yang sinis terhadap produk negeri sendiri.

Menunjukkan kebodohan-kebodohan Mafia Barkeley adalah salah satu jalan untuk membuka kesadaran bangsa ini akan perlunya berorientasi pada realitas, bukan berdasarkan buku teori karangan Profesor Doktor Luar Negeri.

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini