16 September 2010

Endapan Lumpur Pulau Jawa dan Amblesnya Tanah Pulau Jawa

Sudah disampaikan bahwa ada lapisan lumpur purba yang membentang dari timur hingga ke barat yang menjadi peredam bagi Pulau Jawa dari dorongan lempeng Samudera Hindia, dan lapisan lumpur ini telah dirusak oleh pengeboran Lapindo sehingga Pulau Jawa terancam tenggelam. 

Sudah berapa banyak tanah ambles di Pulau Jawa pasca semburan Lapindo?  Sudah berapa banyak rembesan gas baru yang muncul di Pulau Jawa pasca semburan Lapindo? Berapa banyak gempa di Pulau Jawa pasca semburan Lapindo? Biarlah para pakar lulusan universitas luar negeri yang beken memunculkan berbagai macam teori, tetapi toh semua kejadian ini sudah diramalkan setelah peristiwa Lapindo. Dengan pelan tapi pasti, "teori konyol" Lapindo mengakselerasi tenggelamnya Pulau Jawa makin menekati kebenaranya. Anyway, teori tenggelamnya Pulau Jawa ini emang tidak layak diperhatikan oleh Bangsa Indonesia, karena disampaikan oleh orang miskin!

Bangsa Indonesia pada umumnya sudah kehilangan kemanusiaan, segala aktivitas dilaksanakan atas dasar petimbangan uang. Jadi tak heran jika suara orang yang berduitlah yang bakal didengar. Sudah sangat sulit ditemukan aktivitas yang murni bertujuan untuk meningkatan harkat kemanusiaan. Pemerintah yang seharusnya berorientasi pada peningkatan kualitas hidup bangsa juga sudah terjebak dalam “transaksi” keuangan alias politisasi. Kebijakan Negara dan pelaksanaan pembangunan umumnya didasarkan pada uang, sangat jarang yang mengacu pada pandangan-pandangan kemanusiaan dan nasionalisme. Jadi jangan heran kalau tugas-tugas mulia yang seharusnya dilaksanakan pemerintah justru diabaikan dengan alasan tidak ada anggaran. Tapi untuk program pencitraan pepesan kosong, anggarannya justru berhamburan.

Jadi wajar klo Tuhan memberikan hukuman  untuk menunjukkan bahwa uang takkan menyelamatkan kita dari bencana alam. Karena kasih sayang Tuhan, hukuman dilaksanakan secara perlahan untuk memberi kesempatan bagi kita bertobat. Dan Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali jika kaum itu sendiri yang merubahnya.

Jika kita hendak bertobat, mungkin kita harus berterimakasih terlebih dahulu kepada para kapitalis rakus yang mengebor Lapindo, karena pengeboran ini membuat kuasa  Tuhan semakin tampak nyata.

Akankah kita bertobat?

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini