01 Agustus 2010

Renungan Jelang Ramadhan 2: Al Quran dan Fisika Quantum

Dalam satu kesempatan, aku nonton Tafsir Al Misbah yang dibawakan Quraish Sihab di Metro TV.  Saat itu dibahas ayat-ayat Al Quran yang menceritakan kisah Isra’ Mi’raj. Alhamdulillah, sebuah pengetahuan kecil menambah keimananku pada Al Quran.

Dalam salah satu ayat Al Quran diceritakan bagimana malaikat Jibril “turun” ke bumi untuk menjemput Baginda Nabi Muhammad S.A.W. Tapi istilah yang dipakai dalam Al Quran tidak tepat kalo diartikan “turun”. Sebab kata ‘turun” sepertinya malaikat Jibril datang dari luar angkasa di atas sana dan turun ke hadapan Baginda Nabi layaknya pesawat UFO.  Tidak, Al Quran tidak menggambarkan demikian.

Yang dikatakan Al Quran lebih tepat digambarkan begini: Malaikat Jibril menjulurkan tubuhnya dari tempat dimana ia berada menuju ke hadapan Baginda Nabi Muhammad S.A.W. Jadi malaikat Jibril tidak meninggalkan tempat asalnya, hanya menjulurkan tubuhnya. Mentiung, Orang Jawa bilang.

Penjelasan dalam bahasa Al Quran ini sejalan dengan teori relativitas ruang dan waktu. Malaikat Jibril berasal dari dimensi yang berbeda dengan dimensi dimana kita berada, sehingga kehadirannya dimuka bumi secara fisik, tidak sesuai dengan sunatullah. Jadi satu-satunya jalan bagi Jibril untuk menjemput Baginda Nabi adalah dengan menembus ruang dan waktu, engga kayak pesawat angkasa luar kita. Jadi, Al Quran sudah menggambarkan ilmu fisika modern dengan tepat.

Udah ah, engga mudah bikin penjelasan Fisika Quantum. Yang pasti, aku cuman pengen menyampaikan bahwa belajar ilmu pengetahuan dapat menambah keimanan kita jika kita benar-benar objektif mempelajarinya.

 Kepada Bapak Quraish Sihab dan Metro TV, semoga menjadi ilmu yang bermanfaat (‘ilman nafi’a) yang terus menerus mengalirkan pahala. Amien.

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini