03 Agustus 2010

Pengumuman Redenominasi Rupiah: A Call of “War” for Global Unification?

Jiiiaaahh! …… Gertakan Blog Titen terhadap Mafia Barkeley mendapat tantangan dengan gertakan yang jauh lebih hebat, yaitu redenominasi Rupiah! Apakah ini memang karena rencana kaum Kapitalis Global tak terbendung lagi, atau keberhasilan strategy “memancing harimau turun gunung” sehingga bisa lebih gamblang menjelaskan background Century Gate? Entahlah, yang jelas tak ada angin tak ada badai, wacana redenominasi Rupiah sudah mulai diwacanakan oleh Gubernur BI. .

Redenominasi Rupiah akan memarginalkan uang receh. Padahal belum lama Menteri Perdagangan mencanangkan Gerakan Cinta Koin untuk meningkatkan fungsi uang receh. Lhadalah … kok saling bertubrukan. Redenominasi Rupiah akan menguntungkan Kapitalis Global seperti yang akan dijelaskan di paragraf-paragraf akhir artikel ini, tapi akan menjadi berita buruk bagi Kapitalis China yang jago dalam hal produk berharga receh.  Apakah gajah kapitalis China sedang bertempur dengan gajah Kapitalis Global?

Sekilas, takkan terjadi apa-apa dalam redenominasi Rupiah, tapi redenominasi Rupiah akan menyederhanakan transaksi yang berarti dapat mengurangi jumlah peredaran uang di masyarakat yang selanjutnya akan membuat ekonomi melambat dan timbul kekacauan alias chaos. Usaha untuk mengurangi jumlah dana masyarakat sudah dilakukan sejak lama melalui suku bunga yang gila-gilaan. Tapi sayang usaha ini belum membuahkan hasil. Bahkan Bank Century sebagai salah satu asset penyedot dana masyarakat sudah dipertahankan sedemikian rupa, tetap saja perekonomian Indonesia tumbuh. BTW, [mupeng mode: on] tentunya banyak yang masih inget bagaimana marketing Bank Century memberikan “on bed extra service” kepada para nasabahnya, bukan? Slurp, ah …. [mupeng mode: off] 

Mengurangi peredaran uang pernah dilakukan pada tahun 1929 dan menghasilkan Malaise alias kelesuan ekonomi global. Berbagai institusi keuangan mengalami kebangkrutan sehingga  jatuh ke tangan kelompok-kelompok tertentu dengan harga sangat murah.  Tahun 1998, perbankan Indonesia juga mengalami kebankrutan namun tidak jatuh ke tangan kelompok tersebut, justru berada di tangan Negara dengan nama Bank Mandiri. Mungkin, Bank Mandiri adalah kegagalan kerbau-kerbau Mafia Barkeley dalam mengabdi pada tuannya.

Apakah Operasi Malaise 1929 akan dilancarkan di Indonesia?

Jika redenominasi dilaksanakan oleh seorang nasionalis sejati, maka tidak akan melalui tahap membuat pernyataan dan tidak juga mengumumkannya melalui media. Semua dilaksanakan secara diam-diam tanpa menimbulkan gejolak. Sebab, pengumuman redenominasi melalui berbagai media massa dapat menciptakan kepanikan, apalagi jika plus dikompori  dengan melambatnya perekonomian.

Walaupun demikian, scenario chaos memiliki probabilitas yang relative kecil secara konsepsi. Prediksi  yang paling akurat adalah bahwa mata uang regional ASEAN akan relative sama nilai tukarnya dengan US Dollar. Hal ini akan memuluskan rencana Kapitalis Global dalam membentuk mata uang bersama seperti halnya Euro. Dengan adanya mata uang tunggal ASEAN maka makin mudah mengontrol perekonomian Asia Tenggara.

Akan tetapi, ada satu hal yang perlu diperhatikan yaitu factor China. Kapitalisme China memiliki struktur yang lebih kuat di Indonesia dan Asia Tenggara dibanding kapitalis barat, dan akan menadi lawan yang sangat berat. Jadi kepada kapitalisme barat bisa kita tanyakan, “Can you beat Chinese Capitalists in South East Asia?

Apakah kita hanya akan berjongkok sambil bertopang dagu dengan mulut sedikit ternganga melihat pertarungan kedua gajah kapitalis ini? ( ih, ini posisi  jelek banget sih! :P ).

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini