30 Juli 2010

Fisika Quantum , Pornografi dan Konsultan Salon Kecantikan, endang ……

Sungguh engga pernah terlintas di benak klo aku bakan didatengin pengelola salon kecantikan dan meminta supaya aku jadi kosultannya. Benar-benar gila!

Bidang per-salon-an adalah bidang yang jauh dari field of expertise-ku, engineering. Tapi apa hendak dikata, namanya juga teman yang minta tolong jadinya ya…  dibantu semampunya.

Pengetahuanku tentang kecantikan masih nol besar. Sepertinya baru kemarin dalam sebuah pembicaraan semi formal tentang mode baju, aku dengan lugunya bertanya, “G-String itu apa?”.

Pertanyaan itu disambut tawa, harap maklum karena pertama kali mengetahui istilah “G-String” adalah dari ilmu Fisika Quantum dimana terdapat teori alam semesta yang bernama  “G-String Theory”. Jadi kupikir G-String dalam dunia fashion adalah sejenis aksesori seperti halnya kain Asmina.

Setelah tahu G String dalam dunia fashion, aku jadi curiga nih, jangan-jangan ilmuwan fisika quantum penggemar pornografi, soalnya nama-nama theory alam semesta sering pake nama pakaian dalam perempuan. Contohnya, ya itu tadi, G String Theory, trus ada lagi Bikini String Theory ….

Masih mendingan ilmuwan cuaca, mereka engga pake pakaian dalam perempuan melainkan menggunakan nama-nama perempuan. Contohnya, badai Kathrina, badai Sandy dan sederet penyebab bencana cuaca lainya. Alasan para ilmuwan cuaca memberi nama perempuan adala karena perilaku badai-badai tersebut sulit ditebak, mirip seperti perilaku kaum perempuan. Trus kaum perempuan pun protes.

Akhirnya fenomena cuaca juga dikasih nama laki-laki. Contohnya seperti El Nino untuk fenomena bencana cuaca kering. Tapi, dasar laki-laki, fenomena bencana basah dikasih nama perempuan, La Nina. Sebab bencana basah lebih destruktif persis seperti perempuan kalo lagi bocor ....  

BTW, untungnya aku engga perlu kursus kecantikan untuk menjadi konsultan salon, cukup mengaplikasi kredonya marketing, “Give what they want and they’ll need us.”  

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini