02 Mei 2010

Anomali Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2008

Bloomberg.com pada 29 April 2010 mengangkat judul berita: Asia Risks Overheating, Bubbles on Capital Inflows, IMF Says. Judul ini mengingatkan aku pada artkel lama: Kebijakan Ekonomi Makro : Terjebakkah Kita? dimana aku menyebutkan bahwa keajaiban pertumbuhan Indonesia di tahun 2008 adalah sebuah ANOMALI. Anomali ini juga dapat dilihat dari fakta bahwa negara-negara yang mampu mencetak pertumbuhan fantastis masuk dalam kelompok The Trillion-Dollar Club alias BRIC, dimana huruf I hanya merepresentasikan India dan bukan Indonesia.

Perekonomian Asia berisiko mengalami overheating seiring kuatnya aliran dana masuk akibat perbedaan besar tingkat suku bunga, meningkatkan tingkat kerentanan kredit dan kenaikan harga aset dengan risiko kejatuhan tiba-tiba pada periode berikutnya. Peringatan tersebut datang dari Dana Moneter Internasional (IMF).

IMF saat ini emang beda denganIMF yang kemaren-kemaren, seperti yang dilansir The Jakarta Post. jadi peringatan IMF ini perlu diperhatikan secara serius.

Nah, dalam artikel di Bloomberg disebutkan bahwa China, India dan Indonesia adalah negara dengan capital inflows tertinggi diantara negara Asia lain. Bagi China dan India, besarnya kapital yang masuk akan mudah ditransformasikan menjadi kegiatan riil yang produktif. Tapi, bagaimana dengan Indonesia?

Bukan hanya persoalan mengubah capital inflow menjadi produktif, kita juga menghadapi masalah penurunan permintaan dari negara-negara maju. Sementara capital yang masuk ke China dan India membuat produk dari kedua negara ini membanjiri pangsa pasar Asia. Makin berat bagi Indonesia untuk bersaing di sektor riil.

Jika sektor riil tak kunjung tumbuh, dana asing yang mampir di Indonesia menjadi kontra produktif karena kita justru dibebani untuk memberikan bunga pada dana asing tersebut. Hal ini membuka peluang terjadinya "Krisis Yunani" di Indonesia.

Namun, Mbok Dhe Sri Mulyani di Detik.com menyatakan dengan percaya diri bahwa capital inflow di Indonesia engga bakal menjadi bubble. Aku harap beliau benar ....

Update 3 Mei 2010
Aku juga berharap Pak Dhe Boediono danMbok Dhe Sri Mulyani semakin memahami aspek psikologis yang berdampak sistemik, sebab potensi konfliknya udah melebar bukan hanya antara massa vs pemerintah, tapi juga sudah pejabat pemerintah vs pejabat pemerintah, massa vs massa:

1. Unjuk Rasa di PLN Ambon Berakhir Bentrok (3/Mei/2010)
2. Bentrok, Sertijab Kalapas Dibubarkan (3/Mei/2010)
3. Ratusan Massa FPI dan LDII Memadati PN Tangerang (3/Mei/2010)
4. Kuliah Umum Boediono Didemo (3/Mei/2010)
5. Karyawan PT Prodia Mogok Kerja (3/Mei/2010)
6. Massa Lakukan Bakar-bakaran di Depan DPR (3/Mei/2010)

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini