03 Mei 2010

Amazing Grace by John Newton

Pertama kali mendengar lagu. "Amazing Grace", aku merasa seperti ada sesuatu di balik lagu gereja ini. Jadilah aku mencari tahu.

Lagu "Amazing Grace" ditulis oleh John Newton. Dia adalah seorang pelayan pedagang budak di Sierra Leon pada tahun 1700-an. Ia diperlakukan selayaknya budak, dipermalukan dan direndahkan. Aku membayangkan dirinya berada di dalam kapal bersama para budak dengan perasaan takut dan penuh ketidakpastian.

Dalam kondisi yang demikian putus asa, ia mendapatkan "pencerahan" sehingga lahirlah lagu "Amazing Grace" yang melodinya adalah melodi yang dinyanyikan oleh para budak.

Amazing grace! (how sweet the sound)
That sav’d a wretch like me!
I once was lost, but now am found,
Was blind, but now I see.

’Twas grace that taught my heart to fear,
And grace my fears reliev’d;
How precious did that grace appear,
The hour I first believ’d!

Thro’ many dangers, toils and snares,
I have already come;
’Tis grace has brought me safe thus far,
And grace will lead me home.

The Lord has promis’d good to me,
His word my hope secures;
He will my shield and portion be,
As long as life endures.

Yes, when this flesh and heart shall fail,
And mortal life shall cease;
I shall possess, within the veil,
A life of joy and peace.

The earth shall soon dissolve like snow,
The sun forbear to shine;
But God, who call’d me here below,
Will be forever mine.


Meski aku muslim, sepertinya aku merasakan "pertemuan dengan Tuhan" dalam lagu gereja ini. Hal ini membuat aku yakin bahwa Tuhan membuka banyak jalan kepada manusia untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Dan jika ada manusia yang mendekati dengan berjalan, Tuhan akan menyambut dengan berlari.

Pertanyaannya, apakah kita harus dibuat menjadi menderita dan dihina dahulu sebelum merasakan pengalaman pertemuan dengan Tuhan?

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini