24 Mei 2010

Hore! Pemerintah Mulai Sadar akan Pembangunan Berkarakter

Membaca berita di Detik bahwa pemerintah mulai sadar pentingnya pembangunan berkarakater, membuat blog Titen perlu mengucap syukur. Pasalnya, pembangunan berkarakter adalah tema utama Blog Titen. Terlebih lagi konsep pembangunan ini menggunakan Pendidikan sebagai unsur yang paling mendasar. 

Penyusunan konsep dilakukan oleh Wapres Boediono, dihadiri antara lain Mendiknas M Nuh, Mendagri Gamawan Fauzi, Menteri Budaya dan Pariwisata Jero Wacik, dan Menko Kesra Agung Laksono. Memang kalo pendidikan untuk pembangunan berkarakter hanya dibangun dari integrasi 4 menteri tidaklah cukup, sebab pendidikan untuk pembangunan berkarakter tidak hanya terkait dengan sistem administrasi, budaya dan sosial, akan tetapi juga terkait dengan kondisi ekonomi dan politik. Makanya Blog Titen yang semula hanya menuliskan artikel yang hanya menyinggung pendidikan, terpaksa menjadi sok tahu terhadap bidang-bidang budaya, sosial, ekonomi dan politik. Walau bagaimanapun, penyusunan konsep ini adalah langkah yang patut diacungi jempol, karena perencanaan kita masih carut-marut, bahkan tidak sehebat perencanaan jaman Orde Baru.

Latar belakangnya sederhana saja, bagaimana mungkin kita dapat meniru pola pendidikan berkarakter modern ala barat, sedangkan budaya, ekonomi, politik dan kondisi sosial masyarakat kita teramat jauh berbeda dengan negara barat?

Budaya barat memberikan distingsi yang jelas antara positif-negatif, baik-buruk, tinggi-rendah dan seterusnya. Sedangkan budaya timur adalah budaya yang menemukan bentuk penyatuan dari dua hal yang kelihatannya berbeda. Pertanyaannya, apakah kita akan memperkuat kemampuan budaya timur atau akan membebek terhadap budaya barat?

Jika kita mengkaji Fisika sebagai sains hasil pendidikan barat, kita akan menemukan ketidakpastian Heisenberg (Heisenberg's Uncertainty). Dikatakan bahwa semakin teliti kita mengukur kecepatan maka makin tidak tepat kita mengukur posisi, makin kita teliti mengukur posisi maka makin tidak tepat kita mengukur kecepatan. Prinsip ketidakpastian ini ditemukan oleh Heisenberg saat mengukur posisi dan kecepatan elektron. Dalam Fisika Newtonian, posisi dan kecepatan memiliki hubungan yang sejajar, tapi apa lacur jika ternyata hubungan keduanya memiliki pertentangan? Ini adalah fenomena yang tidak bisa dipahami dengan filosofi barat. Sehingga, pasca penemuan prinsip Heisenberg, para ilmuwan fisika sempat mengeluarkan pernyataan bahwa ilmu fisika sudah mati.

Namun, muncullah Einstein dengan teori relativitasnya sehingga terlahir ilmu fisika generasi baru, yaitu fisika quantum. Sayangnya, tak banyak yang dapat memahami fisika quantum. Bahkan ada ilmuwan yang pernah mengatakan, "Tak ada yang memahami Quantum kecuali Einstein."

Hingga kini memang teori relativitas dipandang sebagai hubungan antara pengamat dengan objek yang diamati, belum ada pemahaman baru untuk dapat menyatukan hasil observasi dari dua pengamatan yang berbeda. Dan seperti yang telah dibahas di atas, menemukan penyatuan dari dua hal yang kelihatannya berbeda adalah ciri budaya timur.

Sepertinya, Fisika Quantum adalah fisikanya filosofi timur. Apakah kita akan meremehkan kemungkinan ini sehingga kita tidak perlu mengembangkan kemampuan asli budaya timur dan menjiplak habis budaya barat? Perlu kita sadari, bahwa kemampuan budaya timur telah lama dikembangkan oleh para leluhur kemudian diturunkan kepada kita melalui struktur sosial dan juga kode genetik. Maka membuang kemampuan asli kita sama juga dengan melubangi tempurung kemampuan kita sendiri sehingga apapun yang dimasukkan akan kembali bocor, alias tempurung kemampuan kita akan tetap kosong.

Kita perlu mengkaji kenyataan yang kita hadapi saat ini. Sekarang kita sedang mencoba menjalankan sistem demokrasi yang tak lain hasil budaya Yunani alias barat. Hasilnya? Dua belas tahun reformasi tanpa arah yang jelas, boro-boro ngomongin hasilnya.

Kini kondisinya udah susah, mau menjiplak barat habis-habisan sudah terlanjur carut marut. Mau kembali kepada budaya leluhur juga sudah tak kalah rumit. Tapi satu hal yang dapat dilakukan, yaitu membuka kesadaran, seperti yang dibahas oleh Blog Titen melalui artikel tentang iklan.

Jadi, kepada para penyusun konsep pembangunan berkarakter, saya mohon untuk tidak terjebak dalam "pendidikan ideal" yang diformulasikan oleh para ilmuwan barat.  Tidak salah para ilmuwan barat menyatakan bahwa konsep pendidikannya sudah ideal, tapi perlu disadari bahwa idealisme itu hanya sesuai untuk kultur dan situasi barat. Kita sendirilah yang harus menyusun konsep yang ideal untuk kultur dan situasi bangsa kita sendiri. Gunakanlah OCC Bina Graha untuk memahami kultur dan situasi bangsa, integrasikan konsep pendidikan ini dengan bidang kementrian yang lain seperti ekonomi dan hankam. Dan jangan lupa, mulailah dengan membuka kesadaran generasi bangsa untuk memiliki cita-cita luhur, bukan hanya cita-cita ekonomis yang pada akhirnya menghasilkan budaya menghalalkan segala cara.

Ini adalah langkah besar untuk kehormatan dan kejayaan harkat dan martabat masa depan sang Merah Putih.

By the way anyway busway, semua yang diusulkan oleh Blog Titen sudah mulai terakomodir, dari OCC, integrasi hingga ke pendidikan. Jadi, sepertinya aku sudah harus mulai menyusun artikel penutup, meskipun sayang banget sebab Blog Titen telah sudah memiliki 800-1000 kunjungan tiap bulannya. Thanks for Titeners! 

23 Mei 2010

SIKLUS PERADABAN DUNIA

Setiap peradaban maju di muka bumi, selalu diawali dengan perkembangan spiritualitas yang membuat manusia memiliki sudut pandang baru terhadap alam semesta. Dengan sudut pandang baru inilah, berkembang ilmu-ilmu praktis yang menghasilkan kemajuan teknologi. Kemudian ketika kemajuan teknologi telah memberikan berbagai kenyamanan sehingga manusia merasa tak butuh spiritualitas, peradaban itupun mulai mengalami kemunduran.

Mengapa kisah-kisah dalam kitab suci diceritakan secara garis besar dan berkesan seperti dongeng? Karena kisah-kisah itu adalah simbol dari simpul-simpul siklus peradaban dunia yang hanya bisa dipahami dengan bahasa iman, bukan bahasa rasio atupun logika.

Dari kisah pembangkangan setan terhadap perintah Tuhan agar besujud kepada Adam, timbul pertanyaan, kenapa Tuhan tidak menghukum setan saja sehingga Adam dan Hawa bisa tetap di surga? Ternyata setan menolak bersujud kepada Adam karena menurut setan hanyalah Tuhan yang layak disembah. Jadi, meskipun melawan perintah Tuhan, namun perlawanan itu berdasarkan keimanan.

Jadi tak perlu heran kenapa Tuhan mengijinkan setan menggoda manusia. Karena setan akan memilah antara manusia yang layak untuk dia bersujud (masuk surga) dan yang tidak layak (masuk neraka). Sehingga kelak setan akan dimaafkan dan diangkat dari neraka, dan hanya dari golongan manusia tanpa iman yang layak untuk menetap abadi di neraka.

Ada cerita dimana seseorang yang diganggu oleh setan kemudian mengucapkan ayat-ayat suci untuk mengusir setan. Ternyata ayat-ayat suci itu tidak mempan, justru setan bisa menirukan ucapan ayat suci dengan jauh lebih fasih. Hal ini karena pada dasarnya setan adalah mahluk yang masih memiliki iman. Ayat-ayat suci itu hanya efektif jika diucapkan oleh manusia yang memiki kadar keimanan yang lebih tinggi dari setan, dimana setan seharusnya bersujud kepadanya.

Setan akan menjerumuskan sebanyak-banyaknya manusia agar memiliki keimanan yang jauh lebih rendah daripada keimanan setan. Setan akan menciptakan sebuah sistem yang membuat manusia lebih percaya bahwa segala nikmat yang ia peroleh adalah hasil usahanya sendiri, bukan atas bantuan Tuhan. Sebagaimana kaum Tsamud yang percaya bahwa tembok-tembok kemajuan peradaban yang telah mereka bangun akan melindungi mereka dari murka Tuhan. Ternyata, mereka dapat dibinasakan Tuhan dalam sekejap mata.

Setan juga menciptakan sebuah sistem agar manusia mencari kebahagiaan hanya di dunia dan melupakan akhirat. Dimulai dari meninggalkan ritual-ritual keagamaan yang menghubungkan manusia dengan dimensi ketuhanan, demi mencari nikmat dunia. Dan ketika ritual keagamaan sudah tidak lagi berarti, dan perburuan nikmat dunia di atas segala-galanya, maka murka Tuhan akan turun dalam sekejap mata. Lihatlah pasangan homo yang masih enjoy melakukan penetrasi, diawetkan oleh abu vulkanis di kota Pompeii untuk menjadi pelajaran bagi kita.

Murka Tuhan itu diturunkan agar sistem yang menciptakan manusia tanpa iman, tidak lagi berkembang. Murka Tuhan ini adalah bentuk kasih sayang Tuhan kepada kita yang masih hidup dan terselamatkan dari sistem anti Tuhan.

Sistem anti Tuhan tidak sesederhana sistem komunis yang atheis. Di negara komunis, orang masih dapat menjalankan berbagai ritual keagamaan, hanya saja pemerintah tidak akan memberikan keistimewaan bagi segala bentuk kegiatan keagamaan, tidak pula berusaha untuk memberantasnya, alias cuek bebek kwek-kwek-kwek. Sehingga umat beragama itu sendiri yang harus menjaga kemurnian ajaran agamanya.

Sedangkan dalam sistem liberal, terbuka kemungkinan untuk memanfaatkan agama demi mencapai kepentingan-kepentingan tertentu.  Sehingga tafsir-tafsir agama menjadi bias, dan dapat menggiring pada tergerusnya kualitas keimanan tanpa kita sadari. Persis seperti kaum Yahudi yang terjebak memperdagangkan Tuhan pada jaman Nabi Isa (Nasrani: Yesus). Sehingga Nabi Isa memberikan peringatan akan datangnya "kerajaan Tuhan", kemudian mengobrak-abrik perdagangan di kuil Bait Allah. Untunglah, atas seijin Allah, Nabi Isa 'dikorbankan', sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Kitab Injil berkembang pesat. Bahkan kerajaan Romawi yang semula memusuhi habis-habisan, membangun 'benteng' untuk ajaran kitab Injil di Vatikan. Sehingga, hilanglah kemurkaan Tuhan.

Kini, kita yang telah memasuki peradaban maju yang dibangun berdasarkan sains, dimana tidak ada tempat bagi Tuhan di dalam sains. Cara berpikir sains juga sudah mulai digunakan untuk memahami keimanan dan spiritualitas. Pertanyaannya, bagaimana mungkin metode sains yang tidak bertuhan dapat digunakan untuk mempelajari ketuhanan?

Ini adalah saat yang tepat bagi kita, terutama para pemimpin dunia, untuk kembali pada kearifan spiritualitas. Karena peradaban dunia sepertinya tengah tengah beralih ke daerah-daerah yang mengembangkan spiritualitas Hindu dan Budha.

20 Mei 2010

IMF Mulai Nggombal Lagi Kah?

 Membaca berita di Kompas.com yang berjudul "Giliran IMF Puji Ekonomi Indonesia", ada tiga dugaan yang muncul di dalam benak. Pertama, pujian dikemukakan oleh orang IMF yang engga kenal dengan kondisi sosio-ekonomi Indonesia. Kedua, orang IMF yang emang goblog. Ketiga, IMF mencoba membuat Indonesia masuk ke dalam "jebakannya".

Setelah membaca lengkap beritanya, dugaan kedua tidak terbukti. Ternyata analisisnya udah benar. Nah yang tersisa tinggal dugaan pertama dan ketiga.

Pujian itu diberikan karena, pertama, situasi ekonomi makro Indonesia yang sangat baik. Hal ini sebenernya juga engga tepat-tepat amat. Ekonomi makro kawasan Asia Timur memiliki benteng yang sangat kuat, yaitu China. China memiliki kemampuan adaptasi dan inovasi yang tegas untuk mempertahankan situasi makro yang berpengaruh di Asia Timur.Ini pula yang membuat rontoknya ekonomi Yunani cs engga parah-parah amat di Indonesia.

Kedua, pasar domestik Indonesia juga besar karena tingkat populasi yang tinggi membuat Indonesia menjadi pasar potensial bagi industri dalam negeri. Nah di sini ketahuan kalo IMF engga tahu bahwa industri lokal kita banyak yang kalah berebut pasar domestik dengan Made in China. Belum lagi banyaknya potensi ekonomi lokal yang rusak akibat kebakaran dan bencana alam. Mudah-mudahan OCC Bina Graha bisa segera dioperasikan untuk memperkirakan kemelut pasar domestik ini.

Ketiga, prospek investasi di Indonesia juga menunjukkan tanda perbaikan yang cukup signifikan dan terus meningkat dengan foreign direct investment (FDI) sudah mencapai 75 miliar dollar AS. Nah, pemujaan terhadap dana asing macam ini perlu diwaspadai, kecuali kalo IMF bisa menjamin 100% tidak akan ada pelarian modal di masa mendatang dan pemerintah kita terbukti mampu mengoptimalkan dana asing.

Nah, apa dugaan Anda?

19 Mei 2010

Pak Dhe Agus Martowardoyo vs Mbok Dhe Sri Mulyani

Learn from yesterday, live for today, hope for tomorrow. The important thing is not to stop questioning.
- Albert Einstein -

Dalam video rapat KSSK Bailout Bank Century yang dipublikasikan pada Bulan Desember 2009, Pak Dhe Agus Martowardojo adalah satu-satunya pihak yang melakukan analisis dengan benar, meskipun analisisnya diabaikan begitu saja. Jadi sangatlah tepat pemilihan Pak Dhe Agus Martowardojo sebagai Menkeu, yang berarti peningkatan sistem analisis keuangan  yang telah dilakukan oleh Mbok Dhe Sri Mulyani akan dilanjutkan oleh penggantinya. Bahkan mungkin akan dilanjutkan dengan jauh lebih cerdas.

Pertanyaannya, apakah Pak Dhe Agus punya keberanian yang jauh lebih besar daripada Mbok Dhe Sri? Pak Dhe kan laki-laki, harusnya emang lebih berani. Dengan track record yang terekam dalam video rapat KSSK, harusnya juga lebih cerdik.

Let's put the best hope on our new minister!

18 Mei 2010

Penyelidikan Pajak Pertambangan: Terima Kasih Mbok Dhe Sri Mulyani ...

Laporan Menteri Keuangan, Mbok Dhe Sri Mulyani, tentang penurunan penerimaan pajak dari pertambangan di awal 2010 kemudian diikuti dengan permintaan penyelidikan menyeluruh, patut diacungi jempol. Dikatakan bahwa penyelidikan akan melibatkan Pemerintah daerah, Kepolisian dan berbagai pihak yang terkait. Inilah langkah integratif yang selama ini diimpikan oleh Blog Titen.

Penyelidikan integratif seperti di atas akan menghasilkan kesimpulan yang jauh lebih meyakinkan daripada kesimpulan yang menjadi dasar bailout Bank Century, sekaligus dapat merupakan kegiatan perintis untuk menghilangkan kebiasaaan buruk pemerintah yang sering menyelesaikan masalah secara ad hoc bin parsial alias setengah-setengah atau solusi politis yang tidak profesional. Dan yang paling utama adalah bahwa mekanisme integratif ini membuka peluang menuju pemahaman ala Quantum, dan bukan lagi pemahaman ala Fisika Newtonian yang harus selalu dikasih embel-embel "asumsi" dan "pembatasan masalah".

Terima kasih, Mbok Dhe Sri dan selamat menjalankan tugas baru di World Bank. Kalo boleh berpesan, mohon mengedepankan penyelidikan integratif dalam memberikan pinjaman kepada negara miskin agar pinjaman World Bank tidak menjadi "jebakan" yang merusak struktur sosio-ekonomi negara yang bersangkutan. Terima kasih.

Lapindo dan Gempa Jawa Lagi: Engga Kapok Juga

Ternyata Tuhan Maha Humoris, sekarang ini aku berniat bikin artikel tentang kemunculan cairan hitam yang tiba-tiba nongol di Lapindo kemudian memperingatkan warga pulau Jawa agar berhati-hati karena akan ada gempa. Yah, seperti artikel yang sudah-sudah. Tapi ternyata gempanya udah terjadi beberapa jam yang lalu. Ya sudah, udah kejadian.

Cairan hitam mulai nongol  tanggal 12 Mei 2010, sayangnya berita ini tertelan oleh hiruk pikuk berita teroris.

Ah, sudahlah. Mending ndengerin lagu ...

Songs: Last Crusade
By: Epica
Album: Consign to Oblivion

Magna culpa nostra
(Our guilt is great)
Poena danda nobis
(We have to be punished)
Usque ad finem erit dierum
(Until the end of days)
Ad finem temporum
(At the end of time)

You can’t force yourself upon me
And you never will
You can’t keep digging in
Desecrated graves

No more innocence left to spill

Don’t be afraid, participate and
Just give us all your trust
Your soul will be saved
Just honour me, I’ll set you free so
Get ready to join the
Very last crusade

Ad finem temporum

You can’t get away with your crimes
And you never will
For you’ll have to pay the price
And this time is near

No more innocents left to kill

Don’t be afraid, participate and
Just give us all your trust
Your soul will be saved
Just honour me, I’ll set you free so
Get ready to join the
Very last crusade

Magna culpa nostra
Poena danda nobis
Usque ad finem erit dierum

Ad finem temporum

Don’t be afraid, participate and
Just give us all your trust
Your soul will be saved
Just honour me, I’ll set you free so
Get ready to join the
Very last crusade

Don’t be afraid, participate and
Just give us all your trust
Your soul will be saved
Just honour me, I’ll set you free so
Get ready to join the
Very last crusade
Get ready to chase the
Final victory

Ad finem temporum

16 Mei 2010

Studi Keseimbangan: Teroris, Ekonomi dan Bencana Alam

Densus 88 berhasil mengungangkap jaringan teroris yang merencanakan makar berkaitan dengan peringatan Kemerdekaan 17 Agustus 2010. Dan sepertinya, gencarnya pemberitaan tentang penangkapan teroris ini tidak menambah kekaguman masyarakat terhadap Densus 88, sehingga muncul kecaman atas tindakan "tembak di tempat" atas nama "Hak Asasi Manusia". Pemberitaan yang terus menerus dapat "menggeser keseimbangan" ke arah pengkerdilan Densus 88, menjadikan para teroris sebagai martir layaknya Nabi Isa (Orang nasrani menyebutnya Yesus) yang disalib oleh pemerintah kerajaan Romawi. Pergeseran keseimbangan ini pulalah yang membuat Pemerintahan Presiden Bush melarang pemberitaan tentang tragedi WTC, dengan alasan "terlalu menyakitkan untuk dikenang". Penanganan oeh Pemerintahan Bush ini sedikit terlambat, dan 'teori konspirasi tingkat tinggi" sudah keburu muncul di media publik sehingga membuat perang di Afghanistan dan Irak makin menyedihkan.

Dalam studi mengenai sistem keseimbangan, diketahui bahwa keseimbangan adalah sebuah kondisi yang terbatas dalam 'range' tertentu. Hal ini dapat dicontohkan dengan angka "Lyapunov Multiplier" dalam persamaan dinamik non-linier studi Fisika Quantum. Sistem yang menggunakan Lyapunov Multiplier menyatakan bahwa sebuah sistem akan stabil jika nilainya antara 0 sampai 1. Jika nilainya kurang maka sistem akan mati perlahan-lahan, jika terlalu besar maka sistem akan meledak.

Tidak mudah menggunakan Lyapunov Multiplier ke dalam persamaan yang mencerminkan kadaan relitas. Namun ada sebuah upaya untuk mengukur kestabilan sistem perbankan yang dilakukan oleh sebuah badan peneliti keuangan. Ukuran tersebut diberi nama "Banking Pressure Index" atau BPI. Disebutkan bahwa perbankan aman jika BPI bernilai kurang dari 0.5, jika diatas nilai ini maka perbankan tidak aman. Tapi tidak dijelaskan apakah tidak amannya sistem perbankan mengarah kepada kematian atau ledakan. Dengan kata lain, penyusunan BPI ini menggunakan prinsip keseimbangan yang tidak sama seperti prinsip keseimbangan dalam Fisika Quantum.

BPI mungkin memberikan gambaran yang tepat mengenai kondisi perbankan, namun grafik yang tiba-tiba dapat berloncatan secara liar, membuat kita sulit memprediksi kondisi perbankan untuk beberapa waktu ke depan. Jika BPI disertai dengan pengamatan perkembangan ekonomi makro dan mikro yang seimbang, maka dapat kita prediksi pola pergerakan grafik BPI dengan kondisi nyata, sehingga dapat dibaca apakah sistem perbankan menuju kepada kematian atau ledakan.

Aku engga tahu seperti apa grafik BPI pada saat ini, yang jelas bencana alam yang berkali-kali mendera bangsa Indonesia telah mematikan banyak sumber daya ekonomi. Belum lagi bencana kebakaran yang juga banyak melahap berbagai potensi ekonomi. Sialnya lagi, aku juga engga tahu pasti apakah titik-titik kematian potensi ekonomi akibat bencana dan kebakaran ini sudah melewati batas ambang atau belum.

Teroris bukan satu-satunya ancaman terhadap negeri Indonesia tercinta. Perubahan struktur ekonomi dunia dan bencana alam yang makin giat bermunculan di tanah air, adalah ancaman yang tidak bisa dianggap remeh. OCC Bina Graha harus segera difungsikan untuk memberikan rasa aman dan sekaligus arah pembangunan masa depan.

10 Mei 2010

Artikel "Situasion Room di Bina Graha" terpaksa dihapus!

Ternyata Situasion Room di Bina Graha tidak sesuai harapan Blog Titen. Artikel ini terpaksa dihapus ....

Perserikatan China Menuntut Upah: Pelajaran Kemandirian Bangsa

Diberitakan dala The Economist 6 Mei 2010, pada akhir April 2010 Perserikatan Perdagangan China menuntut perbaikan upah. Perserikatan Perdagangan ini merupakan underbow Partai Komunis China sehingga dapat diartikan  mewakili Pemerintah China dan tuntutannya pun tidak seperti tuntutan demonstrasi buruh yang teriak-teriak di jalanan. Disebutkan bahwa TUNTUTAN ITU ADALAH HASIL PENELITIAN. Inilah yang paling menarik.

Jika tuntutan itu benar-benar hasil penelitian maka terjawab sudah keraguanku untuk menerima ramalan kolaps-nya ekonomi China. Keraguan karena belum bisa "membaca" kemampuan adaptasi dan inovasi China, terjawab dengan adanya tuntutan Perserikatan di atas. Tuntutan ini akan menjawab tantangan China ke depan dalam menghadapi penurunan permintaan dari negara-negara yang ekonominya ikut runtuh seperti Yunani, Spanyol dan Portugal. Jadi China akan meningkatkan kemampuan daya beli rakyatnya sendiri jika kehilangan pasar luar negeri. Langkah yang hebat, bukan?

Sebagai sebuah hasil penelitian, maka tuntutan perserikatan tersebut berarti sudah dipertimbangkan secara matang. Ini akan menjadi sebuah tuntutan yang hampir tak terbantahkan demi kelangsungan ekonomi China, yang juga berarti melanggengkan inverstor asing di China sendiri. Sehingga China menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri dan tidak bergantung pada pangsa pasar asing untuk produknya sendiri.

Kemampuan adaptasi China ini sungguh unik, bayangkan saja China sebagai nagara komunis tapi menguasai kapitalisme dunia, padahal Komunisme dan Kapitalisme bagaikan air dan api. Bagaimana konsepsi komunis yang menentang kapitalisme justru menguasai kapitalisme dunia? Jawabannya adalah "karena konsepsi komunisme dan kapitalisme di China dipahami dengan filosofi timur, bukan filosofi barat. Dan filosofi timur selalu menemukan bentuk penyatuan dari dua hal yang sepertinya bertentangan." Jadi, masih ingin mengekor barat secara membuta? Ingat, budaya timur dan barat tidaklah sama!

Dari pembahasan di atas dapat kita renungkan kembali "sistem demokrasi" yang telah dipraktekkan oleh nenek moyang leluhur kita. Jaman dahulu, jika nenek moyang kita hendak protes kepada raja, maka nenek moyang kita akan melakukan tapa bisu alias duduk diam dibawah terik matahari di depan pintu kerajaan, hingga sang raja berkenan menemui nenek moyang kita.

Dalam keadaan tapa bisu alias berdiam diri, kita akan menganalisa, mengkaji, dan menelaah apakah protes yang akan kita ajukan adalah baik dan benar. Sungguh sangat berbeda dengan penyampaian pendapat melalui mekanisme demonstrasi berpengeras suara. Demonstrasi berpengaras suara dan emosional adalah budaya barat, budaya kita lebih mengenal protes yang disertai introspeksi diri yang mendalam.

Mungkin, permintaan Presiden SBY untuk merumuskan sistem negara yang baik bagi Indonesia, adalah permintaan yang sangat baik demi masa depan bangsa. Hanya saja, permintaan itu disampaikan kepada forum rektor. Mungkin akan lebih baik jika permintaan tersebut dialamatkan kepada para pakar budaya atau mereka-mereka yang masih nguri-uri atau memelihara budaya leluhur.

06 Mei 2010

Situasional Room (OCC), Pasca Sri Mulyani dan Perubahan Struktur Ekonomi Global

"It is a magnificent feeling to recognize the unity of complex phenomena which appear to be things quite apart from the direct visible truth."  _Albert Einstein_

Berbagai indikator ekonomi mengalami tekanan setelah pengumuman pengunduran diri Mbok Dhe Sri Mulyani. Hal ini dapat dipahami karena baik pihak yang selama ini mendukung ataupun membenci kebijakan Mbok Dhe Sri Mulyani, sama-sama khawartir. Pihak pendukung khawatir kalau perekonomian Indonesia ambruk tanpa Mbok Dhe Sri Mulyani. Pihak yang membenci kebijakan Mbok Dhe Sri khawatir kalau kebijakan pengerukan modal asing selama ini dilakukan akan menjadi bom waktu dalam waktu dekat. Jadi kedua belah pihak sama -sama kuatir dan sama-sama berusaha mengambil langkah antisipatif, sehingga muncullah tekanan pada ekonomi makro.

Untunglah tekanan itu masih berkutat dalam indikator-indikator makro sehingga belum muncul tanda-tanda penampakan hantu "dampak sistemik" akibat pengunduran diri ini. Selama tekanan itu hanya datang dari "kaum intelek" yang termakan oleh komentar "politisi" dan "pakar ekonomi" yang tendensius menilai Mbok Dhe Sri, maka dampak sistemik itu akan tetap jauh.

Justru yang perlu diwaspadai adalah perubahan struktur ekonomi dunia.Diawali oleh Yunani, perekonomian dunia sedang memasuki babak baru yang berarti akan menyebabkan perubahan struktur ekonomi global. Aku sama sekali tidak dapat melihat bentuk struktur ekonomi dunia baru pasca tragedi Yunani. Hal ini karena aku belum bisa menilai sejauhmana kemampuan adaptasi dan inovasi China sebagai motor penggerak ekonomi dunia dalam menghadapi perubahan ini. Beberapa ekonom barat sudah menyusun prediksi bahwa China akan kolaps dalam waktu sembilan hingga dua belas bulan ke depan. Mungkin para ekonom barat tersebut sudah dapat mengukur kemampuan adaptasi dan inovasi China, serta faktor lain seperti perdagangan raw material dan energy yang jauh diluar jangkauanku.

Ketergantungan terhadap produk China tidak hanya menimpa beberapa ratus ribu orang Indonesia seperti jumlah nasabah Century, jika ekonomi China kolaps maka dampak sistemik bukan suatu hal yang debatable. Dan tentu saja kita berharap bahwa struktur baru ekonomi dunia tidak berakibat buruk terhadap perekonomian indonesia.

Sangatlah wajar kalau ekonom seperti Kwik Kian Gie pun berang dengan pengunduran diri Mbok Dhe Sri. Hal ini disebabkan karena seakan-akan kebijakan yang kemaren-kemaren meninggalkan bom waktu berupa economic bubble akibat capital inflow yang gila-gilaan, dimana bubble tersebut dapat meledak seiring dengan perubahan struktur ekonomi dunia. Makanya, tak sedikit pihak yang curiga bahwa pengunduran diri Mbok Dhe Sri Mulyani terkait dengan skenario World Bank untuk menjebak negara-negara seperti Indonesia dalam jebakan hutang alias "debt trap".

Di sisi lain, dalam struktur ekonomi dunia yang sudah melampaui norma-norma liberalisme menjadi neo-liberalisme, kita tidak mungkin menolak pijaman asing. Mungkin ini saatnya kita memandang dengan lebih arif dan bijak dalam menyikapi modal asing yang masuk ke Indonesia. Kita tidak bisa terus menerus menggunakan dana pinjaman untuk hal-hal yang kontra produktif. Contohnya, pinjaman dari Amerika untuk pengadaan radio komunikasi untuk departemen kehutanan melalui perusahaan Masaro. Apakah radio komunikasi ini sudah membuat hutan kita lebih lestari? Apakah pengusaha furniture Indonesia tidak kekurangan bahan mentah? Jika kedua pertanyaan ini dijawan dengan jawaban negatif, maka kita tidak sedang dijebak dalam hutang melainkan menjebakkan diri dalam jebakan hutang.

Penggunaan radio komunikasi dalam contoh di atas adalah masuk dalam bidang kegiatan riil yang tidak otomatis dapat dikontrol melalui kebijakan makro. Sehingga perlu diketahui kegiatan riil pemanfaatan radio komunikasi melalui observasi langsung. Untuk keperluan ini, pemerintah telah merencanakan pembentukan situasional room, atau semacam Observatory Command Center (OCC), di kantor Bina Graha untuk mengobservasi kegiatan riil di seluruh Indonesia.

Observasi ini memiliki fungsi yang sangat vital. Disamping mengawasi pemanfaatan modal asing seperti di atas, OCC juga dapat digunakan untuk merencanakan integrasi pengembagan potensi antar daerah untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi. Dapat pula mendukung sistem pertahanan dan keamanan dan yang paling pokok adalah untuk menjamin pemerataan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Adapun fungsinya dalam waktu dekat ini adalah mengawal dana asing yang masuk ke Indonesia untuk menjadi kegiatan riil produktif, sehingga negara akan enteng mengembalikan seluruh dana asing. Namun, OCC tentulah bukan satu-satunya, diperlukan berbagai usaha-usaha lain yang mendukung. Usaha dari Bank Indonesia untuk membentuk tim yang mengawasi resiko kredit perbankan juga akan memberikan kontriobusi yang tidak kecil. Bahkan jika China benar-benar kolaps, tumpukan capital inflow dapat dimanfaatkan untuk menciptakan kekuatan ekonomi dunia yang baru, karena secara ekonomi makro kita tidak mengalami banyak masalah dalam hal SDM maupun raw Material. Tapi yang namanya pandangan makro kadang engga sejalan dengan kondisi mikro, dan pandangan makro pun kadang tidak dapat memahami mengapa hal-hal teknis kecil yang remeh bisa menjadi batu sandungan yang teramat besar.

Tinggal sekarang mari berdo'a agar pemerintah dapat menggunakan seluruh instrumen yang dimiliki secara arif dan profesional untuk masa depan yang lebih baik. Majulah Indonesiaku!

05 Mei 2010

Mbok Dhe Sri Mulyani Mundur: Skenario Apalagikah?

Dalam artikel "Anomali Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2008 " telah disebutkan bahwa Perekonomian Indonesia terancam akibat kebijakan pengerukan capital asing yang dijalankan oleh Mbok Dhe Sri Mulyani. Engga cuman aku yang khawatir dengan kebijakan ini, IMF pun juga mengeluarkan warning. Nah, dibawah kekhawatiran ini, Mbok Dhe Sri Mulyani malah ngacir ke Amerika ... Ada apa sebenarnya?

Yah, sudahlah. Adalah Hak Mbok Dhe Sri untuk mengejar karirnya. Tapi, mengingat beliau mengatakan bahwa kebijakannya tidak akan menyebabkan bubble, sementara tidak sedikit pihak yang berpendapat bahwa kebijakan Mbok Dhe Sri meninggalkan kekhawatiran, maka perlu kiranya Mbok Dhe Sri membeberkan semuanya.

Hal-hal yang perlu dibeberkan adalah kenapa kebijakannya tidak menyebabkan bubble dan bagaimana jika terjadi bubble? Pembeberan ini sangat penting untuk disampaikan kepada pengganti Mbok Dhe Sri ....

Anyway, ngacirnya Mbok Dhe Sri ini membuat aku makin memahami maksud Pak Dhe Boediono yang pernah ngeles "... because the power that I cannot resist."

03 Mei 2010

Amazing Grace by John Newton

Pertama kali mendengar lagu. "Amazing Grace", aku merasa seperti ada sesuatu di balik lagu gereja ini. Jadilah aku mencari tahu.

Lagu "Amazing Grace" ditulis oleh John Newton. Dia adalah seorang pelayan pedagang budak di Sierra Leon pada tahun 1700-an. Ia diperlakukan selayaknya budak, dipermalukan dan direndahkan. Aku membayangkan dirinya berada di dalam kapal bersama para budak dengan perasaan takut dan penuh ketidakpastian.

Dalam kondisi yang demikian putus asa, ia mendapatkan "pencerahan" sehingga lahirlah lagu "Amazing Grace" yang melodinya adalah melodi yang dinyanyikan oleh para budak.

Amazing grace! (how sweet the sound)
That sav’d a wretch like me!
I once was lost, but now am found,
Was blind, but now I see.

’Twas grace that taught my heart to fear,
And grace my fears reliev’d;
How precious did that grace appear,
The hour I first believ’d!

Thro’ many dangers, toils and snares,
I have already come;
’Tis grace has brought me safe thus far,
And grace will lead me home.

The Lord has promis’d good to me,
His word my hope secures;
He will my shield and portion be,
As long as life endures.

Yes, when this flesh and heart shall fail,
And mortal life shall cease;
I shall possess, within the veil,
A life of joy and peace.

The earth shall soon dissolve like snow,
The sun forbear to shine;
But God, who call’d me here below,
Will be forever mine.


Meski aku muslim, sepertinya aku merasakan "pertemuan dengan Tuhan" dalam lagu gereja ini. Hal ini membuat aku yakin bahwa Tuhan membuka banyak jalan kepada manusia untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Dan jika ada manusia yang mendekati dengan berjalan, Tuhan akan menyambut dengan berlari.

Pertanyaannya, apakah kita harus dibuat menjadi menderita dan dihina dahulu sebelum merasakan pengalaman pertemuan dengan Tuhan?

SITUASIONAL ROOM: Terima Kasih, Pak SBY!



Berita dari Detik.com menyebutkan bahwa bekas kantor mantan Presiden Soeharto, Gedung Bina Graha, akan difungsikan kembali. Gedung ini akan dijadikan situational room dimana Presiden SBY bisa melihat suatu daerah di seluruh Indonesia lewat satelit. Ini adalah embrio konsep observasi impianku yang aku kasih nama OCC. Konsep ini pun ternyata juga pernah diusulkan oleh McKinsey dan Lie Kuan Yew.

Kehadiran Menko Pulhukam, Menlu, Mensesneg, Kapolri, Kepala BIN, dan Menhan akan mendukung SITUASIONAL ROOM ini menjadi lebih objektif denagn analisis yang lebi menyeluruh. Aku berharap dalam waktu dekat jugaakan dihadiri oleh menteri-menteri lainnya untuk mengatasi permasalahan yang makin kompleks.

Meskipun masih difungsikan sebagai instrumen kondisional, namun aku sangat senang. Impian Indonesia menjadi negeri yang dibangun secara cerdas semakin mendekati kenyataan!

02 Mei 2010

Anomali Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2008

Bloomberg.com pada 29 April 2010 mengangkat judul berita: Asia Risks Overheating, Bubbles on Capital Inflows, IMF Says. Judul ini mengingatkan aku pada artkel lama: Kebijakan Ekonomi Makro : Terjebakkah Kita? dimana aku menyebutkan bahwa keajaiban pertumbuhan Indonesia di tahun 2008 adalah sebuah ANOMALI. Anomali ini juga dapat dilihat dari fakta bahwa negara-negara yang mampu mencetak pertumbuhan fantastis masuk dalam kelompok The Trillion-Dollar Club alias BRIC, dimana huruf I hanya merepresentasikan India dan bukan Indonesia.

Perekonomian Asia berisiko mengalami overheating seiring kuatnya aliran dana masuk akibat perbedaan besar tingkat suku bunga, meningkatkan tingkat kerentanan kredit dan kenaikan harga aset dengan risiko kejatuhan tiba-tiba pada periode berikutnya. Peringatan tersebut datang dari Dana Moneter Internasional (IMF).

IMF saat ini emang beda denganIMF yang kemaren-kemaren, seperti yang dilansir The Jakarta Post. jadi peringatan IMF ini perlu diperhatikan secara serius.

Nah, dalam artikel di Bloomberg disebutkan bahwa China, India dan Indonesia adalah negara dengan capital inflows tertinggi diantara negara Asia lain. Bagi China dan India, besarnya kapital yang masuk akan mudah ditransformasikan menjadi kegiatan riil yang produktif. Tapi, bagaimana dengan Indonesia?

Bukan hanya persoalan mengubah capital inflow menjadi produktif, kita juga menghadapi masalah penurunan permintaan dari negara-negara maju. Sementara capital yang masuk ke China dan India membuat produk dari kedua negara ini membanjiri pangsa pasar Asia. Makin berat bagi Indonesia untuk bersaing di sektor riil.

Jika sektor riil tak kunjung tumbuh, dana asing yang mampir di Indonesia menjadi kontra produktif karena kita justru dibebani untuk memberikan bunga pada dana asing tersebut. Hal ini membuka peluang terjadinya "Krisis Yunani" di Indonesia.

Namun, Mbok Dhe Sri Mulyani di Detik.com menyatakan dengan percaya diri bahwa capital inflow di Indonesia engga bakal menjadi bubble. Aku harap beliau benar ....

Update 3 Mei 2010
Aku juga berharap Pak Dhe Boediono danMbok Dhe Sri Mulyani semakin memahami aspek psikologis yang berdampak sistemik, sebab potensi konfliknya udah melebar bukan hanya antara massa vs pemerintah, tapi juga sudah pejabat pemerintah vs pejabat pemerintah, massa vs massa:

1. Unjuk Rasa di PLN Ambon Berakhir Bentrok (3/Mei/2010)
2. Bentrok, Sertijab Kalapas Dibubarkan (3/Mei/2010)
3. Ratusan Massa FPI dan LDII Memadati PN Tangerang (3/Mei/2010)
4. Kuliah Umum Boediono Didemo (3/Mei/2010)
5. Karyawan PT Prodia Mogok Kerja (3/Mei/2010)
6. Massa Lakukan Bakar-bakaran di Depan DPR (3/Mei/2010)

01 Mei 2010

Studi Kasus Century by Blog Titen: Tolak Bailout tapi kok Engga Dukung Pencopotan Boediono dan Sri Mulyani?

Pertanyaan yang disampaikan seperti di judul di atas tiba-tiba nongol tanpa pringisi alias permisi. Sebagai penerima pertanyaan, aku hanya tersenyum mengangguk-anggukan kepala, bagai Suhu A Shiong yang tengah mendengarkan protes dari murid di perguruannya ... hehehe .....

Kalo dirunut, emang atikel awal Blog Titen tentang bailout century sepertinya menunjukkan bahwa Mbol Dhe Sri dan Pak Dhe Boed pantas di copot. Tapi di pertengahan, dengan jelas menolak pencopotan kedua pejabat ini. Kenapa?

Jawabannya ada di artikel Studi Kasus Bank Century: Bom Lebih Besar dapat Tercipta. Dalam artikel ini memang tidak jelas menyebutkan seperti apa Bom yang lebih besar yang dimaksud, karena emang belum "terlihat bomnya". Kini "bom" itu telah terlihat, lihatlah terbongkarnya kasus Gayus Tambunan, dan kemudian berlanjut pada Paulus sang mantan Bos Ramayana dimana kembali terhubung dengan Mbok Dhe Sri Mulyani. Dan mari kita tunggu kasus-kasus berikutnya.

Nah, akan sangat kecil kemungkinan kasus Paulus ini terungkap jika Pak Dhe Boediono dan Mbok Dhe Sri Mulyani di copot sejak awal dimana Pak Dhe Susno bakal dikategorikan sekomplot dengan Pak Dhe Boediono dan Mbok Dhe Sri, nyanyian Pak Dhe Susno bakal engga semerdu seperti sekarang.

Jadi, mari kita dukung PakDhe Boediono dan Mbok Dhe Sri untuk mempertahankan jabatannya, karena mereka bedua adalah 'umpan yang gurih, renyah ... ' Jadikanlah mereka sebagai tumbal Kutukan Terakhir Pembangunan Indonesia.

Ingatlah pepatah, "Jika engkau menginginkan telur lebih banyak, jangan bunuh ayamnya." Huahahahahahaha ...................

"Ledakan" di Duren Sawit dan Malang

Kalo meteor seukuran 10 cm menimpa rumah, efeknya cuma lubang kecil di plafon kaya gini (meteornya adalah batu hitam pada inzet):


Sumber: http://antwrp.gsfc.nasa.gov/apod/ap030506.html
Credit & Copyright: Ivan and Colby Navarro

Sedangkan meteor sebesar bola bowling yang menghantam mobil di Peekskill New York pada 9 Oktober 1992, dampaknya kayak gini ....



Nah kalo kerusakannya sampe kayak gini, seperti di Duren Sawit, kira-kira segedhe apa meteornya ya? Segedhe kelapa-kah?


Nah ini muncul lagi di Malang ....


Jika tidak ada meteor, tidak ada kebocoran gas..... kita perlu mengkaji kemungkinan lain selain meteor.

Masalahnya adalah, jika kedua fenomena ledakan ini adalah fenomena geologis maka seluruh masyarakat yang tinggal di Pulau Jawa harus segera melaksanakan TAUBAT agar terhindar dari kengerian.


Update 11 Mei 2011

Sehubungan dengan adanya berita meledaknya sebuah makam akibat aktivitas geologis seperti yang diberitakan oleh Kompas, maka artikel ini aku masukkan dalam label Dongeng Lumpur dan Gempa.
Berikut kutipan berita dari Kompas:

Keluar Asap Putih dan Bau Wangi
Makam Mbah Dukun Meledak
Selasa, 11 Mei 2010 | 09:33 WIB


KOMPAS.com — Puluhan warga Desa Sanggrahan, Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, hingga Senin (10/5/2010) masih mendatangi makam Mbah Rosiah. Pasalnya, makam perempuan tua yang dikenal sebagai dukun kondang itu meledak, pada Rabu (5/5/2010).
.....................
Sekitar satu jam kemudian, Ngadiron mendengar ledakan yang menggelegar seperti suara bom. Setelah dicari, ternyata sumber ledakan berasal dari makam Mbah Rosiah.
....................
Polisi sudah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil olah TKP, pihaknya tidak menemukan kejanggalan, seperti ada bahan peledak yang sengaja dipasang di lokasi.

“Dugaan sementara ya itu (karena uap panas dalam tanah),” papar Suryadi.

Ada kesalahan di dalam gadget ini