28 Maret 2010

Iklan Instan dalam Dunia Instant

Akhir-akhir ini aku sering liat iklan pameran "Demam Diskon" di jalan-jalan Jogja. Iklan itu diilustrasikan dengan seorang perempuan yang tengah menderita sakit demam dengan mulut mengulum thermometer. Kenapa dipilih ilustrasi yang "terpuruk" seperti ini? Entahlah. Lain halnya jika demam pada iklan di atas diasosiasikan dengan tubuh yang membara sambil buru-buru meraih keranjang belanja ...

Iklan ibarat serangkaian mantera yang dapat membuat kita tergerak untuk mengikuti iklan. Karena memang begitulah esensi iklan, mensubtitusi diri kita sendiri dengan materi yang tawarkan oleh iklan. Sehingga iklan yang baik tentulah iklan yang berhasil menggerakkan publik.

Ada dua contoh iklan yang menarik untuk disimak sebagai berikut:

Ada satu iklan di telivisi yang sangat jarang muncul, tentang obat kuat khusus pria dewasa. Iklan ini diilustrasikan dengan pengemudi ojek sepeda onta yang mendapat pelanggan wanita super gendut. Sang pengemudi ojek terengah-engah karenanya. Namun setelah minum obat kuat, pengemudi ojek sepeda bisa membuat sepedanya terbang. Pertanyaannya, kenapa digunakan wanita super gemuk? Bukanlah lebih banyak laki-laki yang mudah terangsang oleh wanita yang seksi?

Iklan kedua adalah iklan dari Durex. Dalam iklan ini tidak ditunjukkan gambar manusia. Namun posisi berhubungan yang digambarkan sangatlah menantang. Dalam waktu dan situasi yang tepat, gambar ini cukup bisa merangsang Anda untuk mengajah pasangan naik ke ranjang, bukan? Alias segera menggunakan produk yang ditawarkan.

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini