23 Maret 2010

Iklan, Alam Bawah Sadar dan RPM Konten Multimedia

"Science is the century-old endeavour to bring together by means of systematic thought the perceptible phenomena of this world into as thorough-going an association as possible. To put it boldly, it is the attempt at a posterior reconstruction of existence by the process of conceptualisation. Science can only ascertain what is, but not what should be, and outside of its domain value judgements of all kinds remain necessary."
- Albert Einstein -

Membahas iklan engga ada habisnya karena pada dasarnya iklan adalah kekosongan yang diisi oleh kerangka kesan, ideologi atau apa saja, alias tidak memiliki muatan realitas. Iklan memuat berbagai realitas kemudian disusun ulang kedalam sebuah posisi kepalsuan, sementara realitas yang masukkan mengkukuhkan posisi tersebut. Jadi tak heran jika iklan akan sangat elastis dan adaptif.

Walau bagaimana pun, iklan adalah motor penggerak perekonomian liberalisme. Cuman, kita masih sering mendengar orang-orang yang mengeluh karena terganggu dengan iklan. Cepat atau lambat, orang-orang iklan akan berpikir bagaimana cara agar masyarakat tidak mencaci iklan-iklannya karena cacian terhadap iklan bisa menurunkan citra produk. Itulah elastisitas dan adaptifitas iklan.
Melihat iklan sepatu Timberland membuatku teringat akan kemungkinan perubahan struktur sosial yang diakibatkan oleh iklan. Dan ternyata emang iklan sepatu Timberland itu memberikan kesan di alam bawah sadar kita.


Perhatikan tulisan WE BUILD THING TO LAST. MAYBE WE SHOULD START A BANK. Tulisan merupakan mantera yang memberikan kesan bahwa sepatu Timberland adalah sepatu yang sangat berharga sehingga harus disimpan di bank. Dengan warna dasar putih dihiasi dengan bercak hitam memberikan kesan sebagai dinding bangunan tua yang sudah berdiri sejak lama. Namun bayangan sepatu yang memantul di lantai menunjukkan bahwa barang yang ditawarkan adalah barang baru. Jadi inilah barang baru yang akan bertahan lama dan sangat berharga.

Sebagian besar dari kita akan memandang iklan tersebut secara sekilas. Hampir tidak akan menangkap detail pesan seperti di ats. Namun sebagian besar dari kita akan memiliki kesan-kesan di atas ketika kita mengantar istri, pacar, anak, atau siapapun ke toko sepatu kemudian kita melihat produk sepatu Timberland.

Dan tali sepatu yang dalam keadaan terbuka seakan mengundang kita untuk memakainya. Ini mungkin bisa membuat kita menunduk dan mengamati sepatu yang sedang kita pakai kemudian mempertimbangkan untuk menggantinya dengan Timberland

Jika Anda sempat melihat iklan Pompa Bensin Shell di koran-koran, maka Anda akan melihat bahwa latar belakang pompa bensin itu adalah langit biru yang cerah berawan disertai hijaunya pepohonan. Padahal sangat kecil kemungkinan masih ada ruang untuk langit terbuka di Jakarta, pemandangan asli yang ada di pompa bensin ini tentulah gambar gedung-gedung. Tapi kenapa pembuat iklan Shell mengubahnya menjadi pemandangan langit biru? Itulah adaptifitas dan elastisitas iklan dalam membentuk realitas bagi publik.

Satu lagi mengenai iklan Shell di atas, kita bisa melihat seorang laki-laki yang tengah mengisi bensin untuk motornya di bagian latar belakang gambar utama. Biasanya pengendara motor akan memandang ke arah meteran sambil memegangi motornya. Tapi dalam iklan Shell ini pengendara motor berdiri agak jauh dengan kedua tangan masuk ke saku celana. Seakan sangat enjoy dan nikmat berada di dalam SPBU Shell.

Sebenarnya aku udah download beberapa iklan bagus untuk dibahas panjang lebar. Lebih panjang dan lebar daripada pembahasan iklan Timberland di atas. Tapi kok malas yah ... bahas sedikit aja deh ...

Iklan iPhone ini sangat menarik. Bayangan jemari yang menyentuh layar iPhone memberikan kesan bahwa setiap sentuhan menjadi sangat berarti.


Fleksibilitas dan anti bocor menjadi tema utama iklan ini. Mengapa iklan kondom ini menggunakan dua warna yang berbeda? Sebab jika menggunakan warna yang sama maka akan dikira kondom untuk pasangan homo!
Iklan Bir merek Hank ini sangat sederhana, tapi sedikit diantara kita yang menyadari bahwa gambar mobil disitu terlihat seperti tergopoh-gopoh ...

Lalu bagaimana jika TITEN sendiri bikin iklan? Mungkin aku sendiri akan bikin seperti

hehehe... kayak iklan pilem ...

Ooops, hampir lupa, khan artikel ini udah ditulis judulnya ada RPM Konten Multimedia, jadi kita bahas dikit tentang RPM.

Sebenernya, apa sih maksud RPM konten ini? Apakah untuk mengatur tulisan artikel di blog? Kalo blog yang diatur, itu namanya keterlaluan. Justru iklan-iklan itu yang perlu di atur, sebab iklan-iklan itu hadir  tanpa kita ingikan dan otak kita dipaksan untuk mencernanya. Lain dengan kunjungan ke blog ini yang secara sadar telah Anda telah meng-klik menuju ke alamat blog ini ... Level kesadaran Anda melihat iklan dan membaca blog ini jauh berbeda bro ...

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini