02 Februari 2010

Penyusunan Program Perencanaan di Cipanas: Terima Kasih, Pak SBY

Dear Pak SBY,
Sebagai pengkritik, membaca berita hari ini (02/02/2010), sungguh menggembirakan. Ternyata saya tidak sia-sia berkoar-koar tentang pentingnya perencanaan yang baik. Kegiatan Presiden SBY di Istana Cipanas untuk membuat perencanaan bersama para gubernur adalah kegiatan yang benar-benar menyejukkan hati, setidaknya hati saya pribadi.

Kalau saja tidak ada kisruh Century, mungkin kegiatan ini akan menjadi kegiatan yang paling bersejarah. Dimana perencanaan pembangunan nasional direncanakan secara langsung oleh pelaksana pembangunan di tingkat provinsi.

Sebagai kegiatan pertama, tak usah dipungkiri bahwa kegiatan ini memiliki banyak kelemahan. Contohnya saja, kegiatan yang berkesan mendadak ini diragukan validitas data yang digunakan sebagai dasar penyusunan perencanaan. Tapi menurut saya pribadi, hal ini bukanlah hal yang krusial. Kesediaan pemerintah untuk melakukan perubahan akan dapat menemukan solusi untuk validasi data-data tersebut.

Akan lebih afdhol lagi jika kegiatan ini disertai dengan sistem pengawasan dan kontrol yang berkesinambungan agar perencanaan dapat menjadi kenyataan, bukan sekedar seonggok dokumen di sudut kantor. Watimpres, UKP4, Para Staf Ahli, Bappenas dan berbagai unsur lain dapat difungsikan untuk melaksanakan pengawasan dan kontrol ini.

Maaf jika saya masih punya dua permintaan kepada Pak SBY. Permintaan pertama, mohon pengawasan dan kontrol tidak dilaksanakan secara ceteris paribus seperti metoda analisis linier ilmu-ilmu biasa. Dunia ini sudah sangat kompleks, perubahan demi perubahan silih berganti dengan cepat. Betapapun chaos sebuah situasi, tetap saja situasi tersebut berada di bawah kontrol Tuhan. Dan kita memiliki mekanisme do'a utuk memohon pengetahuan akan chaotic yang terjadi. Tidak tertutup kemungkinan bahwa Tuhan memberikan jawaban melalui analisis yang dinamik a la Fisika Kuantum.

Bom nuklir yang dikembangkan dengan pemahaman ilmu fisika kuantum menunjukkan bahwa hanya diperlukan partikel seukuran neutron untuk menghancurkan kota Jakarta. Maka tak heran jika ilmu fisika kuantum dapat memahami bahwa kepak sayap kupu-kupu di hutan Amazon dapat menentukan angin tornado di Texas. Sehingga pemahaman fisika kuantum juga akan dapat memahami bahwa pembangunan sebuah jembatan dapat menentukan produksi beras nasional.

Ada banyak ilmuwan Indonesia yang telah mempelajari metoda pemahaman Fisika Kuantum, sebut saja ilmuwan favorit saya: Karlina Leksono. Masih ada BJ Habibie dan Prof. Yohanes. Mereka semua tentunya bisa memberikan masukan mengenai metode pemahaman kuantum. Orang-orang cerdas ini sesungguhnya asset yang sejati sebab tanpa kecerdasan tidak akan pernah ada nasionalisme dan jiwa kemerdekaan. Pejuang kemerdekaan seperti Dowes Dekker dan Ki Hajar Dewantara menunjukkan betapa pendidikan memiliki peranan penting dalam membentuk nasionalisme dan jiwa kemerdekaan. Bahkan Soekarno pun pernah menjadi staf pengajar di Sekolah Ksatriyan Bandung.

Permintaan saya yang kedua, seperti yang dilakukan Obama, adalah agar Pak SBY tidak ragu-ragu jika harus mengubah haluan pembangunan jika terjadi perubahan. Karena perubahan bukan untuk dilawan, tapi untuk diikuti tanpa harus hanyut karenanya. Apa yang telah dirumuskan di Istana Cipanas akan menjadi mainstream, namun pelaksanaannya harus memperhatikan perkembangan perubahan global maupun lokal.

Demikian ungkapan terima kasih saya, mohon maaf jika masih ada saja permintaan dari saya. Sekali lagi, terima kasih Pak SBY.

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini