10 Februari 2010

Makelar Program: Sampah Penyumbat Proses Pembangunan

Setelah dikecewakan oleh kebijakan energi, juga oleh kebo yang mengalahkan gaung Perencanaan Cipanas, kini Blog Titen semakin dikecewakan dengan carut marut perencanaan pembangunan oleh oknum “Makelar Program” yang telah sukses menyalahgunakan Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM).

Modus operandi Makelar Program adalah dengan menyusun proposal abal-abal dengan mencatut atau mememinjam nama perguruan tinggi. Proposal ini digunakan untuk mencairkan sejumlah dana pemerintah, namun tidak digunakan untuk penanganan sosial ekonomi masyarakat, melainkan dipakai untuk kepentingan sendiri.

Jika saja proposal yang masuk diteliti dengan seksama, tentulah modus Makelar Program dapat diketahui sejak awal. Banyangkan saja, bisa-bisanya ada Akademi Sekretaris mengajukan proposal penelitian fermentasi jerami. Anak baru lulus SMA aja pastilah bisa tahu kalo proposal ini abal-abal.

Kini, para makelar program udah ditangkap polisi, tapi penangkapan ini tidak akan menyelesaikan masalah pelaksanaan pembangunan di Indonesia. Setidaknya ada dua jalan untuk mengatasi bottle necking pembangunan ini.

>> read more >>


Pertama adalah bahwa penangkapan Makelar Program juga harus disertai dengan pengusutan terhadap lembaga pendidikan tinggi yang terlibat, oknum pegawai pemerintah yang ‘lalai’ menyetujui program abal-abal tanpa pemeriksaan intensif, dan juga keterlibatan anggota dewan (kalo ada). Hal ini sangat penting untuk membersihkan dunia pendidikan, aparat pemerintah dan anggota legislatif dari SDM yang tidak layak menduduki jabatannya.

Kedua adalah memfungsikan lembaga Observatory Command Center (OCC) atau UKP4 untuk merambah ke daerah-daerah, untuk menemukan berbagai kejanggalan pembangunan serta merumuskan strategi untuk mengatasinya. Hal ini untuk menciptakan sistem pengawasan terhadap kualitas pembangunan maupun kualitas SDM. Sebab kedua kualitas ini saling inter-dependensi. Disamping fungsi pengawasan, OCC ataupun UKP4 menjadi penerobos hambatan yang ditimbulkan oleh lemahnya sistem dan lemahnya kualitas SDM.

Jika tidak ada penanganan menyeluruh seperti di atas, jangan harap perencanaan pembangunan yang sempurna dapat berjalan dengan baik ...

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini