26 Februari 2010

Latihan Gerak Refleks untuk Keseimbangan Gaya Hidup: Kenapa tidak semua bisa melakukannya?

"The secret to creativity is knowing how to hide your sources."
"The only source of knowledge is experience"
- Albert Einstein -


Spesies tumbuhan yang tidak memiliki sistem syaraf pun bisa memiliki gerak refleks. Manusia yang memiliki sistem syaraf yang lebih kompleks, tentulah memiliki sistem gerak refleks yang jauh lebih maju.

Penjelasan umum tentang gerak refleks pada umumnya mengacu pada gerak menghindar dari celaka, seperti gerak cepat menghindar ketika tangan tersentuh benda panas atau tajam.Gerakan ini tidak melibatkan otak, sehingga kita menyadari gerak refleks ini setelah gerak itu dilakukan. Gerakan ini tak jauh beda dengan daun tanaman Putri Malu yang mengatup saat tersentuh. Apakah gerak refleks manusia sama kualitasnya dengan gerak pada Putri Malu?

Penjelasan gerak refleks manusia di atas, dapat kita ketahui bahwa anggota badan manusia bisa bergerak tanpa diperintah oleh otak. Cukup diberi trigger atau pemicu seperti benda panas atau tajam.

Benda panas atau tajam adalah ancaman bagi anggota tubuh bagian luar. Apakah ada gerak refleks bagi organ tubuh bagian dalam seperti jantung, hati, lambung dan sejenisnya? Dalam artikel "Gaya Hidup Modern yang Tidak Sehat : Dilawan atau Diseimbangkan" (GHMYTS) telah diceritakan tentang mekanisme gerak reflek untuk mengatasi kerusakan organ dalam tersebut.
>>read more>>

Anggapan umum menyebutkan bahwa kerusakan organ bagian dalam tubuh manusia disebabkan oleh faktor keturunan atau kebiasaan buruk. Sebagai pasien penyakit ginjal akibat kebiasaan buruk sekaligus membawa struktur genetik penderita asma, aku bisa mengatakan bahwa latihan refleks pada artikel GHMYTS dapat mengurangi pengaruh kedua penyakit tersebut.  

Namun, muncul pertanyaan besar, kenapa tidak semua orang bisa melakukan latihan refleks seperti yang kulakukan?

Aku kurang menyetujui pendapat orang yang bilang kalo latihan yang kulakukan hanya bisa dilakukan oleh orang yang "sakti". Kenapa aku engga setuju, yah? Padahal pendapat ini menunjukkan kalo aku orang sakti, hehehe..... (narsis dulu ah ...). Terus klo orang "awam" pengen bisa latihan, maka orang itu harus "diisi" dulu (mengingatkan kita pada iklan tentang boneka yang menjadi manusia setelah "diisi" batere).

Aku lebih senang dengan pemahamanku sendiri yang terdengar lebih ilmiah (narsis, lagi!). Dengan membandingkan orang yang bisa melakukan dengan yang tidak bisa melakukan latihan, ada satu benang merah yang aku temukan. Mereka yang tidak bisa melakukan latihan adalah orang-orang yang tegas dengan tujuan dan prinsip hidupnya serta memiliki resistensi tinggi terhadap perubahan. Kajian lebih mendalam berhasil mengungkapkan fakta bahwa di dalam lubuk hati mereka tersimpan kekhawatiran jika hasil latihan ini tidak seperti yang diharapkan.

Akhirnya aku sampai pada kesimpulan bahwa mereka-mereka yang gagal melakukan latihan disebabkan karena mereka masih menggunakan otak untuk mengontrol gerakan dalam latihan gerak reflek. Padahal kan udah jelas bahwa ketika tangan kita menghindar dari benda panas secara reflek maka otak kita baru menyadari setelah gerak reflek itu dilakukan. Sama sekali tidak melibatkan otak. Jadi, mereka yang gagal berlatih adalah mereka yang gagal menahan hawa nafsu bawaan manusia, yaitu nafsu untuk berkuasa.

Memang, godaan untuk mengunakan otak sangat besar. Jika dilihat pada video dalam artikel GHMYTS, dapat dilihat bahwa pada fase awal gerakan-gerakan reflek tersebut sangat lamban sehingga kadang membuat kita tidak sabar. Padahal gerakan itu akan semakin cepat, dan tak jauh beda dengan gerakan Jet Lee maupun Jacky Chan dalam film Kung Fu atau Tai Chi.

Perlu disadari bahwa otak bukanlah organ yang benar-benar sempurna, tetap memiliki kelemahan. Otak kita bisa salah menghitung kebutuhan kalori sehingga memerintahkan tubuh untuk menimbun banyak lemak, membuat tubuh menjadi enduts. Eh, jadi punya ide untuk membuat artikel tentang latihan reflek bagi yang pengen diet, agar otak engga terus-terusan menyuruh tubuh kita menimbun lemak. Daripada dengan diet dan olah raga yang menyiksa, mendingan kita atasi kegemukan langsung ke pusat pembuat gemuk, yaitu OTAK.

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini