28 Februari 2010

Devisi Perencanaan dan Manajeman Resiko, Terima Kasih Pertamina.

"Science is the century-old endeavour to bring together by means of systematic thought the perceptible phenomena of this world into as thorough-going an association as possible. To put it boldly, it is the attempt at a posterior reconstruction of existence by the process of conceptualisation. Science can only ascertain what is, but not what should be, and outside of its domain value judgements of all kinds remain necessary."
- Albert Einstein -

Setelah melakukan kritik terhadap perencanaan kebijakan energi [1,2,3, 4 ], berita tentang terbentuknya devisi baru di Pertamina, yaitu Devisi Perencanaan dan Management Resiko, membuatku senang sekaligus kaget dan sedih. Rasa senang itu karena Devisi Perencanaan membuka peluang untuk Pertamina untuk membesar dan menjadi kebanggaan bangsa.

Sedang kaget dan rasa sedih muncul karena Devisi Perencanaan ini baru muncul setelah Pertamina sedemkian besar dan berdiri sedemikian lama. Sehingga muncul pertanyaan, selama ini pengembangan Pertamina ke arah mana?

Walau bagaimanapun, Devisi Perencanaan memberikan harapan baru. Tidak hanya perencanaan untuk membesarkan Pertamina, tapi sampai juga pada perencanaan eksplorasi dan eksploitasi yang aman. Sehingga Lapindo tidak lagi terulang. Juga agar PetroChem tidak mencemari lingkungan yang pada akhirnya nanti menurunkan kualitas Sumber Daya Manusia yang tinggal di lingkungan tercemar.

Semula aku punya anggapan bahwa perusahaan sekelas Pertamina tentulah sudah memiliki Devisi Perencanaan sejak dulu. Ternyata anggapanku salah dan kenyataannya justru makin parah.

Aku harus minta maaf kepada pemerintah karena kritik dalam Blog Titen ini di buat dengan asumsi bahwa setiap BUMN memiliki Devisi Perencanaan. Sehingga kegagalan perencanaan dikarenakan pemerintah enggak bisa mengkoordinir BUMN-BUMN. Jadi, kepada pemerintah, saya mohon maaf. Harap dimaklumi bahwa dulu sewaktu saya mau melamar ke Pertamina, ada rumor yang mengatakan bahwa hanya amplop lamaran bertanda nepotisme yang akan dipertimbangkan. Jadi kalo rumor ini benar, tak heran jika "isi" pertamina cuma diketahui oleh orang-orang tertentu dan orang luar seperti aku engga bakal ngerti. Dan tentu saja aku berharap rumor ini engga benar ... (dasar paradoks!)

Sebagai penutup, aku mengucapkan terima kasih kepada Pertamina. Semoga Devisi Perencanaan dapat menjadikan Pertamina sebagai perusahaan besar skala internasional yang mampu memberikan kesejahteraan dan kemakmuran sekaligus kebanggaan bagi bangsa Indonesia.

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini