03 Februari 2010

Demo Kerbau: Paradoks Teman dan Musuh SBY

"Weakness of attitude becomes weakness of character."
- Albert Einstein -
Pada saat meresmikan Pembangkit Listrik di Banten, SBY kelihatan sangat percaya diri dan cheerful. Selang beberapa hari kemudian, beliau mengumpulkan para gubernur di Cipanas untuk membahas masa depan bangsa. Pada point ini, ane merasa bahwa SBY sudah menemukan jati dirinya sendiri.

Tapi apa hendak dikata, setelah aku selesai menuliskan kegembiraanku atas acara di Istana Cipanas, justru SBY tampil dengan wajah memelas, mengeluhkan kebo ...

Orang boleh mengatakan bahwa tanggapan presiden tentang demo kebo adalah ajakan untuk berdemokrasi secara santun. Tapi raut wajah dan bahasa tubuhnya tidak menunjukkan bahwa beliau berada dalam kondisi tersebut.
>>read more>>



Bagi orang yang dalam kondisi percaya diri, berbagai bentuk olok-olok akan ditanggapi dengan tertawa atau malah marah, tapi jelas tidak dengan cara memelas. Mengapa kebo montok itu meruntuhkan kepercayaan diri SBY?

SBY tentunya tidak menyaksikan sendiri kebo tsb. Informasi tentang kebo itu tentulah diperoleh dari orang-orang dekatnya. Bagaimana cara orang-orang dekat SBY menginformasikan kepada SBY?

Jika orang-orang dekat itu berkata "Pak, Bapak disamakan dengan kebo." Maka orang dekat ini sesungguhnya musuh dalam selimut, karena tidak melaporkan fakta. Ia memberikan opini yang memancing kegalauan hati SBY. Bayangkan, bagaimana suasana hati Anda jika orang terdekat dengan Anda melaporkan, "Wah, kamu disamakan dengan kebo." Anda akan cenderung langsung menyetujuinya, bukan?

Jika orang-orang dekat ini menyampaikan "Pak, ada pendemo yang membawa kerbau." Maka orang ini hanya melaporkan fakta. Adapun hasilnya akan dinilai oleh SBY sendiri. Aku yakin SBY memiliki jiwa kenegarawanan yang bisa bijak dalam menilai fakta karena sudah lima tahuh menjabat sebagai presiden.

Ada orang tua yang pernah bilang ke aku, musuh utama kita adalah teman yang selalu mencarikan musuh buat kita sendiri, teman sejati adalah teman yang mau menunjukkan kelemahan kita dan membantu mengatasinya ...

Makanya, dalam Agama Islam melarang umatnya bergunjing membicarakan aib orang lain.

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini