12 Januari 2010

Strategi Perdagangan dari Strategi Militer: Modal untuk menghadapi FTA?

Dalam latihan perang Millenium Challenge, pasukan Amerika dengan kode Blue Team, dibantai habis oleh pasukan teroris dengan kode Red Team. Tahukah Anda, siapa yang menginspirasi para komando Red Team? Para trader dari Wall Street!

Blue Team yang merepresentasikan tentara Amerika memiliki database dan matrix untuk mengetahui kekuatan lawan. Sedangkan Red Team tidak dapat mengetahui kekuatan Blue Team yang sesungguhnya. Red Team mengandalkan kemampuan observasi langsung yang diadopsi dari strategi Perang Dunia II. Meskipun menggunakan strategi klasik, Red Team berhasil menenggelamkan 16 kapal Blue Team tanpa perlawanan berarti pada hari kedua latihan.

Pada Perang Dunia II, tentara Kerajaan Inggris menyadap komunikasi morse tentara Jerman. Tak ada satupun analis intelejen yang dapat mengetahui isi pesan komunikasi tersebut dan tidak bisa membaca seberapa besar kekuatan pasukan Jerman. Analis intelejen hanya dapat melakukan analisis pola pemberian pesan. Hanya dengan mengobservasi pola, tentara inggris dapat membaca 'pergerakan' pasukan Jerman.

Ketika kita harus menghadapi FTA, sudah tidak ada waktu lagi untuk memperkirakan dengan cermat kekuatan perdagangan China. Namun kita masih bisa mengobservasi perkembangan perdagangan dengan China. Hanya saja masih ada yang kurang, yaitu instrumen untk observasi. Red Team menyebar pasukannya untuk melakukan observasi lapangan. Intelejen Inggris memasang radar di sepanjang pantai timur Inggris untuk mengobservasi komunikasi Jerman. Jadi, instrumen apa yang akan dipakai oleh pemerintah kita dalam menghadapi serbuan produk murah China?

Apakah instrumen observasi harus bisa memperkirakan kekuatan lawan? Tidak. Observasi yang dilakukan Red Team tidak pernah menghasilkan kesimpulan seberapa besar kekuatan Blue Team. Observasi intelejen Inggris tidak pernah tahu kekuatan pasukan Jerman. Tapi Blue Team dan pasukan Jerman dapat ditaklukkan. Kenapa? Karena observasi langsung akan memberikan data action yang lebih akurat dan tidak menimbulkan bias asumsi-asumsi eksternal yang membingungkan.

Namun ada sedikit perbedaan antara observasi militer dengan observasi persaingan dagang. Observasi persaingan perdagangan tidak ditujukan untuk menghancurkan kompetitor, tapi hanya untuk merebut sebagian pangsa pasar. Seperti yang pernah ku lakukan ketika harus merebut pangsa pasar dari sebuah perusahaan besar yang sudah memiliki jaringan secara nasional. Aku cukup menemukan celah kecil yang tidak sempat diperhatikan oleh perusahaan besar. Dengan intensifikasi, celah kecil ini pun sedikit melebar.

Kenapa aku tak melanjutkan pelebaran pangsa pasar hingga mengalahkan perusahaan nasional? Jawabnya sederhana, perusahaan yang kutangani adalah perusahaan kecil yang akan menemukan banyak kesulitan untuk mengelola pangsa pasar nasional. Jadi, harus tahu diri la yaw ...

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini