03 Januari 2010

Perdagangan Bebas China: Perubahan Struktur Ekonomi Indonesia

"The only reason for time is so that everything doesn't happen at once"  
- Albert Einstein -
Kekhawatiran sebagian orang bahwa produk murah China dapat membunuh produksi lokal dan berdampak pada peningkatan pengangguran adalah hal yang logis. Namun produk murah China juga dapat berdampak pada terbukanya lahan-lahan bisnis baru dalam perekonomian kita. Yang pasti, perdagangan bebas akan mengubah struktur perekonomian Indonesia. Jadi, tinggal kita hitung-hitung, positif atau negatifkah dampak perdagangan bebas dengan China?

Dampak negatif serbuan produk murah China dapa dilihat pada krisis Subprime Mortgage di Amerika. Dengan pelan tapi pasti, produk murah China mengubah pola konsumsi dan investasi masyarakat Amerika. Didukung dengan fasilitas kredit murah hasil kebijakan ekonomi makro Bank Sentral Amerika, ancaman krisis terakumulasi bagai bola salju. Dan akhirnya bola salju berhasil meluluh-lantakkan perekonomian Amerika.

Pengalaman Amerika di atas tidak perlu membuat kita jadi paranoid. Lihatlah Vietnam yang telah melakukan antisipasi serbuan produk asing murah dengan peraturan standarisasi harga produk asing (sumber: Wall Street Journal). Dengar-dengar, Singapura udah menurunkan standar gaji pegawai dalam rangka menghadapi krisis global. Kebijakan Singapura ini otomatis dapat menahan laju konsumsi produk murah. Dan mungkin semua negera ASEAN telah membuat persiapan masing-masing menghadapi perdagangan bebas China ini.

Hanya saja, aku belum menemukan kebijakan pemerintah Indoensia terkait dengan perdagangan bebas ini. Yang aku temukan justru kebijakan yang akan mendorong konsumsi masyarakat terhadap serbuan produk murah asing. Kebijakan BLT dan PNPM Mandiri adalah contoh pembagian dana untuk kegiatan konsumtif tersebut. Aku berharap, Pemerintah sudah melakukan kebijakan tersendiri namun tidak terdeteksi akibat riuhnya panggung KPK dan Bank Century.

Sebagai salah satu warga mayarakat ekonomi Indonesia, aku pun berusaha mencari informasi seputar dampak perdagangan bebas ini. Setidaknya, jika aku menemukan solusi untuk menghadapi perubahan ini, maka aku dapat berbagi dengan masyarakat mengenai peluang-peluang investasi dan karir yang akan berkembang seiring dengan perubahan struktur ekonomi kita.

Sayangnya, aku tidak mendapatkan informasi yang memadai. Ada banyak data yang ingin aku ketahui, mulai dari data trend produk berkembang dan pola distribusinya, perkembangan produk ekspor, perkembangan produk impor termasuk yang black market, hingga data kredit investasi dan kredit macet sejak tahun 1998. Juga data kemajuan dunia pendidikan Indonesia. Dan semua data yang berkaitan dengan kondisi ekonomi mikro.

Wel, ada yang mau berbagi data-data tersebut?

oooOOOooo

Artikel Seri FTA:
- Perubahan Struktur Ekonomi Indonesia
- Jangan Terlena!
- Kecerdasan China memanfaatkan SDA dan Potensi Pasar ASEAN.
- Penetrasi Itu sudah Dilancarkan
- Indikasi Chinese Marketing Intelligence dan Kelalaian Kita.
- FTA ASEAN China: Menggantungkan Kemampuan Survival Kaum Marginal?
- FTA ASEAN-China: Mencari Solusi dalam Kondisi Tanpa Titik Balik, Sebuah Pendekatan Filosofis.

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini