13 Januari 2010

FTA ASEAN-CHINA: Penetrasi Itu sudah Dilancarkan

Solo, salah satu jantung batik di Indonesia, telah menerima suplay batik dengan label “made in China”. Dan seorang pedagang batik mengatakan, “Sebenarnya kain batik produk China itu, pada era 1980-an sudah beredar di Pasar Klewer, namun tidak begitu laku seperti saat ini.” Sepertinya ‘Batik Made In China’ mulai membentuk pangsa pasarnya …

Menteri Negara Koperasi dan UKM menyatakan optimismenya bahwa produk lokal dapat bersaing dengan produk China setelah mengunjungi pabrik sepatu dan sentra perdagangan garmen Tanah Abang. Menteri juga menganalisis, khusus di Pasar Tanahabang, komposisi produk yang dipasarkan sampai saat ini adalah 53 persen buatan lokal dan 47 persen buatan impor (sebagian besar China).

Lebih lanjut, menteri menyatakan akan membina pelaku UKM agar dapat meningkatkan produktivitasnya supaya harga perunit dapat ditekan lebih rendah. Masalahnya adalah adanya kata AKAN dalam kegiatan pembinaan tersebut, padahal penetrasi produk China udah dimulai, bukan lagi AKAN dimulai …

Sepertinya cara klasik untuk mengajarkan UKM berhadapan langsung dengan produk China sudah terlambat. Mungkin saatnya kita mengambil langkah alternatif, seperti memperluas maupun membuka peluang usaha-usaha baru di bidang-bidang yang tidak harus berhadapan langsung dengan China.

oooOOOooo

Artikel Seri FTA:
- Perubahan Struktur Ekonomi Indonesia
- Jangan Terlena!
- Kecerdasan China memanfaatkan SDA dan Potensi Pasar ASEAN.
- Penetrasi Itu sudah Dilancarkan
- Indikasi Chinese Marketing Intelligence dan Kelalaian Kita.
- FTA ASEAN China: Menggantungkan Kemampuan Survival Kaum Marginal?
- FTA ASEAN-China: Mencari Solusi dalam Kondisi Tanpa Titik Balik, Sebuah Pendekatan Filosofis.

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini