11 Januari 2010

FTA ASEAN-CHINA: Kecerdasan China memanfaatkan SDA dan Potensi Pasar ASEAN.

Kekuatan China ternyata tak sebatas "murah". China berhasil mengembangkan seni strategi perang warisan leluhurnya untuk menaklukan dunia. Bagaimana dengan Indonesia yang justru tabu dengan budayanya sendiri?

Dalam sebuah pertempuran di medan berkabut, seorang panglima mengerahkan orang-orangan yang terbuat dari jerami untuk maju di garis depan. Musuh pun menyambut pasukan jerami dengan ribuan anak panah. Setelah dirasa cukup, sang Panglima menarik mundur pasukan jerami dan mengambil ribuan anak panah yang tertancap. Anak panah tersebut kini bisa dipakai sang panglima dan pasukannya sebagai amunisi untuk menyerang musuh.

Strategi pasukan jerami di atas sudah tidak asing lagi dalam sejarah seni strategi perang China. Inilah strategi yang efektif untuk mendapatkan amunisi dari musuhnya sendiri. Strategi ini pula kini diterapkan oleh China dalam dalam FTA dengan ASEAN.

Negara-negara ASEAN kaya akan bahan mentah hasil pertambangan dan perkebunan yang merupakan "amunisi" bagi industri China. Negara-negara ASEAN bisa kaya dengan menjadi suplier bagi industri China, bahkan bisa mengontrol Industri China. Agar industrinya tidak dikontrol oleh negara lain, China menerapkan kuota impor untuk mencegah ketergantungan yang terlalu tinggi.

FTA ASEAN-China tak lain adalah strategi orang-orangan jerami, dimana negara-negara ASEAN diperkenankan untuk mengekspor bahan baku sebanyak-banyaknya ke China. Sama seperti pasukan musuh yang melepaskan ribuan anak panah ke pasukan jerami. Tak ubanya seperti memanfaatkan anak panah yang tertancap pada orang-orangan jerami, China akan memanfaatkan bahan baku dari ASEAN untuk menjalankan roda produksinya kemudian mengekspor hasilnya ke ASEAN. Dan ASEAN tidak boleh menolak ekspor China ini. Cerdas, bukan?

FTA ASEAN-China bukanlah aksi tipu-tipu, tapi murni adu kecerdasan di 'medan pertempuran'.

Mungkin Indonesia akan terseok-seok dalam menghadapi FTA. Ancaman kelumpuhan dunia usaha nasional tidak hanya datang dari China, bencana alam dan kebakaran satu demi satu melumpuhkan dunia usaha. Tapi, dengan memandang memandang perkembangan situasi secara jernih, tentu akan dapat kita temukan sebentuk "blessing in disguise". Kuncinya, jangan tabu dengan budaya sendiri ...

oooOOOooo

Artikel Seri FTA:
- Perubahan Struktur Ekonomi Indonesia
- Jangan Terlena!
- Kecerdasan China memanfaatkan SDA dan Potensi Pasar ASEAN.
- Penetrasi Itu sudah Dilancarkan
- Indikasi Chinese Marketing Intelligence dan Kelalaian Kita.
- FTA ASEAN China: Menggantungkan Kemampuan Survival Kaum Marginal?
- FTA ASEAN-China: Mencari Solusi dalam Kondisi Tanpa Titik Balik, Sebuah Pendekatan Filosofis.

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini