19 Januari 2010

FTA ASEAN CHINA: Indikasi Chinese Marketing Intelligence dan Kelalaian Kita

Melihat sedemikian sistemik dan agresif penetrasi produk China di pasar lokal, pernahkan terlintas di benak Anda bahwa Chinese Marketing Intelligence sudah merambah hingga ke sudut pasar tradisional?

Fenomena munculnya produk China di sentra perdagangan dan sentra industri, seperti produk batik di pasar klewer Solo maupun produk konveksi di Bandung, menunjukkan bahwa produk China telah berada di dalam jantung urat nadi distribusi barang lokal.

Sebagai pemuja ekonomi makro, tentu tidak mudah bagi pemerintah untuk menyadari adanya anomali dalam kondisi mikro riil ekonomi kita. Padahal, penetrasi produk China melalui sistem distribusi lokal hanyalah sebagian kecil masalah ekonomi riil. Masalah lain seperti banyaknya kegiatan industri lokal yang terbakar selama musim penghujan ini yang melumpuhkan potensi industri lokal juga membuyarkan beberapa sistem ekonomi mikro.

Strategi yang sering diunggulkan dalam menghadapi FTA mengembangkan industri yang tidak mungkin disaingi China, yaitu industri berbasis Sumber Daya Alam. Pada level makro, strategi ini sangatlah realistis, namun dalam level mikro kita masih berhadapan dengan pengelolaan lingkungan yang berujung pada banjir dan tanah longsor. Singkat kata, perlu 'reformasi' untuk menjalankan strategi ini yang berarti makin berat kerja pemerintah. Jika tantangan mikro jauh diluar perhitungan, apakah strategi ini akan tetap dilaksanakan?

Sepertinya konsentrasi pemerintah kita masih pada usaha pengembangan hasil sumber daya alam. Padahal FTA tidak hanya sebatas distribusi pertukaran barang. FTA juga aka mengubah struktur ekonomi kita, yang berarti juga mengubah kehidupan sosial kita.

Produk elektronik yang makin murah akan membuat kebutuhan energi listrik di masyarakat meningkat pesat. Makin banyak peralatan kerja murah yang akan meningkatkan kebutuhan infrastruktur. Makin banyak produk murah maka makin banyak orang yang berbisnis ritel di setiap sudut kota, akan menimbulkan permasalahan lalu lintas tersendiri. Mengingat prestasi ekspor komoditas pangan, holtikultura dan peternakan jeblok maka akan banyak lahan pangan dikonversi menjadi lahan kakao, karet dan sejenisnya karena pangsa ekspornya lebih menjanjikan. Dan seterusnya.

Eh, ngomong-ngomong soal karet, aku pernah bikin desain dan prototype kendaraan mini off-road untuk membantu pekerjaan di perkebunan karet. Desain ini sebenernya untuk program workshop di sekolah kejuruan. Karena sekolah ini dekat dengan perkebunan karet, maka aku mengusulkan buat memproduksi kendaraan ini. Dilengkapi dengan sistem yang aku ciptakan, Clutch Control Differential (CCD), maka kendaraan ini bisa mengatasi selip di medan berat perkebunan.

Bayangkan, sebuah sekolah kejuruan pun memiliki potensi untuk mendukung negeri ini dalam mengembangkan sumber daya alam untuk bersaing di FTA. Jadi, mari kita kembangkan potensi-potensi lainnya agar transformasi struktur sosial berjalan mulus tanpa kekacauan.

oooOOOooo

Artikel Seri FTA:
- Perubahan Struktur Ekonomi Indonesia
- Jangan Terlena!
- Kecerdasan China memanfaatkan SDA dan Potensi Pasar ASEAN.
- Penetrasi Itu sudah Dilancarkan
- Indikasi Chinese Marketing Intelligence dan Kelalaian Kita.
- FTA ASEAN China: Menggantungkan Kemampuan Survival Kaum Marginal?
- FTA ASEAN-China: Mencari Solusi dalam Kondisi Tanpa Titik Balik, Sebuah Pendekatan Filosofis.

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini