07 Januari 2010

Belajarlah Walau Sampai ke Negeri China.

Sebagai orang yang memiliki sekedar pengalaman marketing di perusahaan manufaktur dan perdagangan, ancaman FTA begitu terasa. Entah udah berapa kali aku dikalahkan oleh kompetitor yang bisa menawarkan dengan harga jauh lebih murah.

Murah memang bukan komponen mutlak yang akan dijadikan pertimbangan bagi konsumen dalam memberi barang. Namun, murah adalah bagian dari strategi pemasaran yang sangat seksi, menggairahkan dan tentunya, cerdas. Secara sederhana, strategi pemasaran mereka adalah "Buat apa beli produk mahal kalo modelnya akan segera ketinggalan jaman".

Selain strategi pemasaran, China juga membuka fasilitas murah bagi kita untuk mengadakan transaksi. Support dari tenaga marketing dari China juga luar biasa. Sewaktu masih bekerja, aku yang sama sekali belum punya pengalaman impor, bisa mendatangkan satu kontainer dari China.

Bahkan setelah aku mengatakan bahwa aku keluar dari pekerjaan karena menjalani proses penyembuhan selama beberapa bulan, para marketing itu tetap mengirim email sekedar "say hello" serta mengucapkan selamat natal dan tahun baru (padahal aku muslim hehehe ...).Yang mengagumkan lagi, para marketing itu mendorongku supaya membuka usaha sendiri sebagai distibutor untuk produk mereka, jika aku sudah sehat. Sayangnya, mereka cuma kasih dorongan, bukan modal, wakakakaka ....

Tidak perlu belajar dalam waktu lama untuk bisa mendatangkan produk dari China. Para tenaga marketing di China sudah akan mengurus semuanya dalam waktu singkat. Sebagai perbandingan, untuk mengetahui biaya pengapalan, aku bertanya pada dua pihak, yaitu pihak markting dari China dan perusahaan freight forwarder di Jogja dalam waktu hampir bersamaan. Ternyata Marketing dari China memberikan jawaban lebih cepat (terpaut satu hari) dan biaya yang lebih murah (terpaut 120 US dollar). Dan, siapa sih yang engga seneng sama yang seksi, menggairahkan dan cerdas?

Tapi, yang paling konyol dari pengalamanku berhubungan dengan marketing dari China adalah bahwa aku baru tahu adanya FTA Asean-China di akhir tahun 2009! Padahal kesepakatan udah ditandatangani sejak 2004. Dodol!

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini