29 Desember 2009

Sumbangsih Pembangunan yang tak sebanding dengan Kritik

Seperti dugaanku, para pejabat terkait akan terkejut dengan laporanku. Keterkejutan ini emang wajar mengingat laporan macam ini tidak pernah ada.

Selama aku sakit, aku menjalani pekerjaan yang engga banyak aktivitas fisik, yaitu konsultan. Sebuah perusahaan yang sudah memenangkan lelang pengadaan Genset memintaku untuk jadi konsultan.

Sebenernya, lelang pengadaan Genset ini sudah pernah diadakan sebelumnya, tapi beberapa pemenang lelang menyatakan tidak sanggup melaksanakan pekerjaan. Mereka lebih memilih dimasukkan ke dalam daftar hitam selama dua tahun daripada diminta menyelesaikan pekerjaan. Seberapa sulitkan pekerjaan ini sesungguhnya? Hal inilah yang membuat pemenang lelang terakhir memintaku untuk menjadi konsultan setelah perusahaannya dinyatakan sebagai pemenang.

Setelah aku pelajari dokumen-dokumen serta survey lapangan, ternyata pengadaan ini tidak dibuat dengan perencanaan matang. Akhirnya, tugasku yang seharusnya tinggal memasang begitu saja malah harus terjun mulai dari perencanaan desain instalasi. Untunglah pekerjaan bisa diselesaikan dan perusahaan yang menyewaku untuk menjadi konsultan, bisa mendapatkan laba.

Selama proses pekerjaan, aku kerap berbincang dengan beberapa pejabat instansi. Dari situlah aku tahu bahwa genset yang aku pasang akan menjadi bagian penting dalam rencana-rencana instansi mendatang. Sehingga, dengan usainya pekerjaan, aku bikin laporan yang menerangkan sejak dari proses perencanaan, cetak biru instalasi, perawatan serta mencantumkan beberapa poin penting menyangkut rencana pengembangan instansi.

Pejabat terkait termangu-mangu ketika aku menerangan isi laporan sebelum meminta tanda tangan dan cap di lembar penerimaan pada halaman depan laporan. Ia menjadi pusing dengan penempatan gardu PLN yang belum diperhitungkan dalam rencana pengembangan di masa mendatang. Tapi ia tersenyum lebar saat aku menerangkan bagian akhir laporan yang berisi usulan solusi untuk masalah yang akan ia hadapi.

Pihak perusahaan yang menyewaku juga ikut senang dengan laporan yang udah di tanda tangani oleh pejabat instansi. Ia bisa menggunakan laporan ini sebagai media promosi bahwa perusahaannya mampu menyelesaikan kerumitan instalasi genset yang tidak mampu diselesaikan perusahaan rekanan lain.

Aku berharap, laporan itu bisa menjadi bahan untuk belajar bagi panitia pengadaan barang, terutama Genset. Mengingat tidak semua anggota panitia memiliki latar belakang dan pengalaman memadai untuk menangani permesinan. Sehingga proses pengadaan tidak lagi sekedar asal-asalan, seperti genset lama yang sudah terpasang di instansi, dimana kemampuan engine cuma 100KVA namun Generatornya berkemampuan 165KVA. Tak ayal lagi jika biaya perawatan genset lama sangatlah besar sebelum akhirnya genset tersebut rusak berat akibat kesalahan yang sangat mendasar.

Aku benar-benar berharap bahwa apa yang telah aku lakukan akan memberikan manfaat bagi pembangunan di Indonesia, meski tidak seberapa. Karna hanya sebatas itulah kemampuanku. Bagi rekan-rekan yang keberatan dengan kritik yang sudah aku tulis, mohon maaf jika sumbangsih yang aku berikan tidak sebanding dengan kritik yang aku lontarkan. Aku takkan ragu meminta maaf dan menarik kritikanku jika pemerintah telah menemukan jalan keluar yang lebih baik.

Sebagai catatan, aku sudah berinteraksi langsung dengan seluk beluk perencanaan instansi pemerintah sejak tahun 2003. Aku hanya mengharapkan negeri yang lebih baik untuk anak-anakku kelak. Aku juga berharap bisa menjaga spirit yang sudah kutulis dalam halaman persembahan skripsiku: "Dipersembahkan untuk masa depan Kejayaan, Harkat dan Martabat Sang Merah Putih".

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini