13 Desember 2009

Studi Kasus Bank Century: Kejanggalan yang Nyata Terbukti

Dalam artikel pertama tanggal 10 September 2009, disebutkan adanya kejanggalan dalam perencanaan bailout Bank Century. Dan di hari Minggu tangal 13 Desember 2009, kejanggaan itu terbukti ketika Depkeu menayangkan rekaman video proses rapat pengambilan keputusan bailout.

Video menayangkan sikap keras Direktur Utama Bank Mandiri yang menginginkan pemilik Bank Century, Robert Tantular, beserta jajaran manajemen Bank Century, untuk dihadirkan dalam rapat. Permintaan ini ditolak dengan alasan waktu yang sudah habis. Dan inilah pangkal kejanggaan yang selama ini aku cari.

Wakil dari Bank Century harusnya menjadi "pembuka" rapat untuk dapat memahami situasi sehingga bahan-bahan untuk pertimbangan bailout atau likuidasi menjadi komplet. Keterangan dari wakil Bank Century akan membuat perhitungan untung-rugi bailout maupun likuidasi akan lebih cermat, serta perencanaan penanggulangan yang matang. Disamping itu, penjelasan wakil Bank century tentang sepak terjang selama setahun terakhir merupakan parameter penting untuk menentukan "dampak sistemik' yang dapat ditimbukan oleh bank ini.

Kalaupun keterangan dari wakil Bank Century adalah bohong alias tidak benar, maka hal ini semakin menunjukkan betapa perlu reformasi di tubuh BI agar tidak lagi kecolongan dalam mengawasi perbankan Indonesia. Akan tetapi, proses penanganan Bank Century secara "sistem" telah benar dan lebih mudah membongkar kebohongan tersebut.

Apakah kejanggalan seperti ini layak dipakai untuk mengkriminalkan Mbok Dhe Sri Mulyani dan Pak Dhe Boedinono? Jika melihat pengalaman gubernur Bank Sentral Amerika yang secara jujur mengakui telah melakukan kebijakan yang salah di awal millenium, maka kejanggalan ini tidak bisa dijadikan alasan untuk mengirim Mbok Dhe Sri dan Pak Dhe Boed ke bui. Tapi kalau sudah ada unsur suap atau pengaruh-pengaruh non-profesional dari pihak yang harus ditaati oleh mereka berdua, akan lain ceritanya.

Awalnya aku punya keyakinan kalo Mbok Dhe Sri Mulyani mau mengakui adanya ketimpangan proses dalam Bailout Bank Century, seperti halnya mantan Gubernut Bank Sentral Amerika, Alan Greenspan. Namun setelah Mbok Dhe Sri menuding Pak Lik Bakrie, keyakinanku mulai luntur. Terlebih tudiongan ini pertama muncul di situs yang biasa aku baca, Wall Street Journal. Parahnya lagi, Pak Dhe Boed juga berkoar sehari kemudian di situs berita yang sama

Dalam pandanganku, Mbok Dhe Sri Mulyani adalah orang profesional bener-bener ngerti kalo tidak ada yang sempurna di muka bumi, sehingga memiliki sikap katria untuk menilai kemampuan dirinya sendiri sekaligus mampu mengakui kekurangannya.

Mengingat Mbok Dhe Sri Mulyani pernah mengakui secara terbuka kalo prediksi IMF salah melulu serta mengakui tuduhan subjektifnya terhadap Pak lik Bakrie, maka secara pribadi, aku masih memiliki kepercayaan akan profesionalisme itu walau sedikit ........

Ngomong-ngomong, aku engga punya background perbankan, jadi aku engga tahu alasan kenapa Dirut Bank Mandiri bersikeras untuk mendengar keterangan dari Bank Century, aku hanya menganalisa dari sudut pandang SISTEM secara umum. Dan memang, SISTEM engga bisa bohong karena menelanjangi batasan-batasan antar sektor disiplin ilmu dalam memahami globalisasi yang kompleksitasnya minta ampyun ...

oooOOOOooo

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini