11 Desember 2009

Studi Kasus Bank Century: Jadikanlah sebagai Kutukan Terakhir Pembangunan Indonesia

Banyak sudah oknum-oknum pengkhianat pembangunan yang ditangkap oleh KPK, tapi sistem pembangunan tak kunjung bergeming. Tak heran jika oknum-oknum baru terus bermunculan. Sistem yang ada seakan bukanlah sistem pembangunan manusia indonesia seutuhnya, melainkan sistem regenerasi oknum-oknum pengkhianat pembangunan.

Masih mending jika oknum-oknum tersebut 'patah tumbuh hilang berganti' namun sepertinya para oknum 'mati satu tumbuh seribu'.

Pertama kali menorehkan tulisan tentang Bank century pada 10 September 2009, aku menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Dan disinilah mata air ketidakberesan itu dapat diketahui, dikaji dan ditanggulangi.

Awalnya, sempat menunjuk hidung Mbok Dhe Sri Mulyani dan Pak Dhe Boediono sebagai biang ketidakberesan. Namun seiring pengungkapan berbagai fakta dan data seputar bailout, sepertinya tidak adil jika seluruh ketidakberesan ditimpakan pada mereka berdua. Sebab segala bentuk sanksi bagi mereka takkan mengubah sistem pembangunan kita.

Kenapa Bank Century bisa dijadikan sebagai pemutus mata rantai kutukan bagi Indonesia?
Perlu kita sadari bahwa jika kita bertanya pada instansi-instansi pemerintah mengenai kendala dan hambatan yang mereka hadapai dalam melaksanakan pembangunan, maka sebagian besar akan memiliki jawaban 'Kurang Duit' alias 'kurang anggaran'. Alasan yang merata ini akan menghalalkan usaha-usaha pemerintah buat ngutang. Karna indonesia memiliki potensi alam segedhe 'gunung', tak heran banyak negara donor yang bersedia 'ngutangin'.

Apakah ada yang bisa menjamin jika setiap instansi diberi anggaran 1.000.000 trilyun rupiah maka Indonesia bisa mewujudkan cita-cita adil makmur berdasarkan Pancasila? Ataukah justru korupsi akan makin merajalela?

Kenapa selalu muncul alasan "kekurangan anggaran?"
Jawabnya sederhana, karena perencanaan pembangunan memiliki target yang tinggi namun tidak berintrospeksi pada kemampuan anggaran. Jadilah perencanaan pembangunan tak lagi objektif, cuma memperhitungkan obyek pembangunan tanpa memperkirakan subyek pelaku pembangunan .

Ada kalanya perencanaan pembangunan mengabaikan aspek sosial dan lingkungan sehingga banyak hasil pembangunan yang terbengkalai. Contohnya, pembangunan fasilitas umum kadang tidak disertai dengan program perawatan dan pengawasan yang memadai sehingga banyak fisilitas umum yang rusak. Akankah kita menunggu perubahan perilaku masyarakat untuk pembangunan yang adil makmur? Sampe kapan?

Ada kalanya pula pembangunan dilakukan dengan menjiplak habis pola pembangunan negara maju, padahal pola masyarakat kita jauh berbeda dengan masyarakat negara maju. Contohnya pembangunan Daerah Aliran Sungai (DAS) mengasumsikan bahwa kesadaran masyarakat Indonesia untuk tidak membuang sampah di sungai sama seperti kesadaran di negara maju. Makanya pembangunan DAS jarang disertai dengan usaha-usaha mencegah pembuangan sampah ke sungai.

Dan yang paling parah adalah, adakalanya program pembangunan saling tumpang tindih tak karuan.

Alih-alih merencanakan pembangunan yang mempertimbangkan karakter masyarakat, malah yang terjadi adalah tuduhan bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang bodoh, primitif, malas, dan seterusnya.

Kembali ke kasus Century, drama ini menunjukkan adanya tanda tanya besar bagi otoritas moneter pemerintah dalam mengkaji situasi, persis seperti pola pembangunan yang tidak mengkaji perilaku masyarakat kita.

Mari kita jadikan kasus Century ini sebagai bahan kajian untuk menjawab pertanyaan, "Bagaimana cara membangun negara Indonesia yang baik dan benar?"

oooOOOOooo

Pita Penelusuran Studi Kasus Bank Century:
- Sistem Bantuan Salah Kaprah Menuju Kehancuran Hasil Pembangunan? (10/09/2009)
- Ternyata Lebih Parah dari Dugaanku (09/10/09)
- Bom Lebih Besar dapat Tercipta (27/10/09)
- Misteri Dampak Sistemik (27/11/09)
- Misteri Dampak Sistemik terpecahkan? (01/12/09)
- Kebijakan Ekonomi Makro: terjebakkah kita? (02/12/09)
- Teori Ekonomi: Alat ataukah Peraturan? (03/12/09)
- Perjalanan Penganganan Krisis Global haruslah Terintegrasi (03/12/09)
- Sistematika Dampak sistemik (07/12/09)

- Antara Kebijakan dan Pidana (09/12/09)
- Jadikanlah sebagai Kutukan Terakhir Pembangunan Indonesia (12/12/09)
- Pelajaran Struktur Dampak Sistemik: Polisi, Pemadam Kebakaran, .... (12/01/10)
- Studi Kasus Bank Century: Misteri Salah Kaprah Perencanaan ........ (13/01/10)
- Studi Kasus Century: Contoh Kegagalan Penempatan ........... (19/01/10)
-
Studi Kasus Bank Century: Pelajaran Moral sebuah Kebijakan (26/01/10)



stat counter
stat counter

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini