26 Desember 2009

Studi Kasus Bak Century: Politisasi

"Politics is a pendulum swing whose swing between anarchy and tyranny are fueled by perpetually rejuvenated illusions"
- Albert Einstein -

Iklan bailout di televisi menyampaikan pesan bahwa kebijakan bailout adalah kebijakan yang sudah benar. Kemudian iklan ditutup dengan himbauan agar kasus Century tidak di politisasi. Masalahnya, justru iklan itu sendiri yang mempolitisasikan kasus Century.

Kenapa disebut sebagai politisasi? Karena iklan itu tidak memberi penjelasan empirik atas klaim kebenaran. Jika tidak ada penjelasan empirik namun sudah diklaim sebagai sebuah kebenaran, maka kebenaran itu bersifat politis. Jadi tak salah kalo iklan itu sendiri yang membawa kasus century dalam ranah politik.

Dampak sistemik dijadikan sebagai alasan utama bailout, tapi penjelasan dampak sistemik tidak pernah realistis maupun empiris. Penjelasan yang ada hanyalah analogi-analogi yang timpang, dari dianalogikan dengan kondisi 1998 hingga rumah yang terbakar. Analogi adalah penjelasan paling bodoh, karena analogi akan mempersempit sudut pandang kita terhadap realitas permasalahan sesungguhnya.

Sumber keteraturan atapun kekacauan (chaotic Attractor) tidak ditentukan oleh ukuran kuantitas, melainkan ditentukan oleh hubungan atau keterkaitan dengan sumber-sumber lain. Jika berbagai sumber besar sangat bergantung pada satu sumber kecil, maka sumber yang kecil ini berpotensi sistemik.

Sebagai contoh, kasus kecelakaan pesawat Boeing 747 Air Peru dalam suatu penerbangan malam. Kecelakaan ini disebabkan oleh selembar selotip yang menempel pada sensor altimeter. Jika dilihat dari ukuran, seloptip ini engga ada apa-apanya dibanding ukuran Boeing 747. Tapi gara-gara selotip ini, seluruh komponen badan pesawat termasuk pilot menjadi buta karenanya.

Kalau seadainya bank kecil yang bernama Century berpotesi sistemik dan bisa mengakibatkan penarikan dana nasabah besar-besaran di seluruh bank di Indonesia, maka sesungguhnya dampak sistemik itu timbul dari kebijakan awal Bank Indonesia sendiri dan dialihkan ke Bank Century.

..... well, sebenernya ragu mau menuliskan aline di atas selama ini. Tapi, justru isu konspirasi bank Century yang menyelamatkan bank-bank di Indonesia ... udah ah, ganti alinea ...

Siapakah yang berhak menyatakan bahwa kebijakan bailout adalah kebijakan yang benar?

Klo alasan BI adalah psikologis nasabah Indonesia akan panik dan melakukan penarikan besar-besaran, maka minimal perlu penjelasan secara empirik dari sosiolog.

Sayangnya, rapat KSSK tidak dihadiri oleh pakar sosiolog yag menguraikan secara empirik dampak sistemik. Dan sejak kapan pakar perbankan jadi psikolog/sosiolog?

Bagaimanapun, Blog Titen menuliskan kasus Bank Century sama sekali bukan untuk alasan politis. Tapi murni untuk mengingatakan otoritas moneter dan pemerintah agar terbuka dalam menjelaskan sistem pembangunan. Karena tantangan masa depan makin kompleks.

oooOOOOooo

Pita Penelusuran Studi Kasus Bank Century:
- Sistem Bantuan Salah Kaprah Menuju Kehancuran Hasil Pembangunan? (10/09/2009)
- Ternyata Lebih Parah dari Dugaanku (09/10/09)
- Bom Lebih Besar dapat Tercipta (27/10/09)
- Misteri Dampak Sistemik (27/11/09)
- Misteri Dampak Sistemik terpecahkan? (01/12/09)
- Kebijakan Ekonomi Makro: terjebakkah kita? (02/12/09)
- Teori Ekonomi: Alat ataukah Peraturan? (03/12/09)
- Perjalanan Penganganan Krisis Global haruslah Terintegrasi (03/12/09)
- Sistematika Dampak sistemik (07/12/09)

- Antara Kebijakan dan Pidana (09/12/09)
- Jadikanlah sebagai Kutukan Terakhir Pembangunan Indonesia (12/12/09)
- Pelajaran Struktur Dampak Sistemik: Polisi, Pemadam Kebakaran, .... (12/01/10)
- Studi Kasus Bank Century: Misteri Salah Kaprah Perencanaan ........ (13/01/10)
- Studi Kasus Century: Contoh Kegagalan Penempatan ........... (19/01/10)
-
Studi Kasus Bank Century: Pelajaran Moral sebuah Kebijakan (26/01/10)

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini