21 Desember 2009

Sistem Wisata Short-Time a la Jogja

Adalah kabar yang sangat menggembirakan ketika koran lokal Yogyakarta memuat berita bahwa wisata Jogja adalah wisata short-time. Maksudnya adalah wisatawan cuma datang ke jogja dalam waktu singkat, cuma lihat-lihat terus pulang tanpa kesan. Bukan short-time dalam arti mesum ...

Kenapa Yogyakarta menjadi pariwisata short-time? Jelas karena struktur fasilitas pariwisatanya emang membentuk sistem wisata short-time.

Pariwisata bukanlah sekedar bisnis pemandangan alam ataupun situs purbakala. Jika periwisata hanya mengandalkan kedua hal tersebut, maka tak ayal lagi jika menjadi pariwisata short-time. Pariwisata juga harus menawarkan "experience" agar wisatawan tidak bosan dan buru-buru berkemas pulang.

Kesadaran akan bentuk wisata short-time adalah awal yang baik untuk mulai menata kembali pariwisata Yogyakarta, terlebih kesadaran ini muncul dari kalangan pejabat pemerintahan. Kini, tinggal bagaimana mempertemukan potensi pariwisata Jogja dengan pelayanan yang sesuai untuk menghasilkan wisata long-time.

Namun, melihat pembangunan pariwisata dewasa ini, kelihatannya akan sangat berat untuk mengubah pola wisata short-time menjadi wisata long-time. Struktur pariwisata Yogyakarta sudah terlanjur dibangun untuk wisata short-time, jadi sistem wisata short-time akan tetap dominan dalam beberapa waktu mendatang. Kemudian, pembangunan struktur wisata long-term akan mudah menjadi bias dengan wisata short-time.

Untuk membangun wisata long-time, diperlukan perencanaan yang bener-bener matang. Untuk perencanaan yang matang, minimal diperlukan lima data yang akurat. Yaitu potensi wisatawan, potensi wisata, pelaku bisnis wisata, kebijakan-kebijakan pemerintah (provinsi maupun kabupaten) yang mempengaruhi bisnis pariwisata, serta yang tak kalah penting adalah ketersediaan anggaran.

Sehingga perencanaan tidak terlalu muluk-muluk hingga jauh panggang dari api, melainkan perencanaan yang realistis dengan tingkat keberhasilan tinggi.

Mudah-mudahan tulisan ini bisa berguna bagi pemerintah Yogyakarta dalam membangun pariwisata, sebagai masukan dari orang yang kurang kerjaan mempelajari "mekanisme sistem", yang pengen denger lagi gaung "Jogja Never Ending Asia".

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini