22 Desember 2009

Padamnya Lampu, Menyalanya Kegeraman menuju Neoliberalisme?

Setelah kerja di komputer selama beberapa jam, tiba-tiba listrik padam. Masih ada tersisa rasa sabar untuk menunggu nyala listrik. Tapi giliran komputer kembali bisa menyala, file yang kukerjakan corrupted alias engga bisa dibuka..... Bangsat! Setan Alas! Tuyul Tengil! Babi Bandotan! dan seterusnya sampe lupa istighfar.

Kalu udah jengkel akibat sesuatu yang diluar kemampuan kita kayak gini, tentunya butuh pelampiasan. Dan sasaran pelampiasan yang paling mudah adalah PEMERINTAH. Terlebih lagi, saat ini pemerintah sering menyajikan tarian yang berkesan mengulur waktu dan menutup-nutupi. Tapi tarian ini malah jadi tarian striptease, yang katanya makin bikin penasaran orang (maklum, aku belum pernah liat tarian gituan seh ...)

Saat ini kepercayaan publik terhadap pemerintah sedang menuju ke titik rendah, dan pelayanan publik justru sering mancing kemarahan. Di tambah lagi berbagai pernyataan-pernyataan politis yang engga sesuai dengan kenyataan bikin kita makin dongkol. Apakah berbagai perasaan negatif ini akan dibiarkan bertumpuk sehingga menjadi kemarahan yang tak terkendali?

Jadi inget sama iklan perusahaan energy "Chevron" yang sering muncul di televisi. Sepertinya jika pelayanan publik diserahkan pada pihak swasta seperti "Chevron" maka hasilnya akan lebih baik daripada dikelola pemerintah. Ini bukti bahwa arus perekonomian neolib emang sangat seksi dan montok, janji-janjinya jauh lebih profesional dibanding janji-janji politik. Jangan heran jika struktur perekonomian neolib makin mencengkeram dan mengakar.

Struktur perekonomian neolib bukanlah agenda konspirasi segelintir orang. Ekonomi neolib adalah hasil perkembangan sistem ekonomi yang digerakkan oleh seluruh manusia bumi yang punya satu macam keinginan, yaitu mencapai kekayaan sebanyak-banyaknya. Hampir tidak ada orang yang tidak pengen kaya, bukan? Keinginan inilah yang menjadi dominasi tunggal yang absolut dalam sistem perekonomian.

Sulit untuk mengerti bahwasannya dominasi tunggal dalam kehidupan di dunia adalah sumber keterpurukan kehidupan dunia sendiri. Makanya, Tuhan mengijinkan seluruh manusia di muka bumi menganut beberapa macam agama, tujuannya adalah agar tidak terjadi dominasi tunggal di muka bumi yang membawa celaka.

Kini, tinggal bagaimana pemerintah kita menata kembali pelayanan publik, agar kita bisa mengalir bersama neolib tapi tidak hanyut karenanya. Kepada pemerintah, mohon tulisan ini dianggap sebagai bentuk saran dan dukungan dalam mengatur negara, bukan upaya mengambil alih kekuasaan.

Kembali ke padamnya listrik, mungkin akan sangat berbeda kalo aku punya UPS yang bisa jadi batere sementara jika listrik PLN mendadak padam. Sepertinya, PLN mau kasih aku pelajaran kayak gini, "Makanya, kalo ga mampu beli UPS jangan beli PC, dodol!"

Tapi, apakah kalo aku punya UPS maka perasaan negatif itu akan hilang sama sekali?

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini