14 Desember 2009

Film dan Karakter Bangsa

 "The intuitive mind is a sacred gift and the rational mind is a faithful servant. We have created a society that honors the servant and has forgotten the gift."
- Albert Einstein -
Trend hasil budaya anak bangsa mencirikan budaya yang sedang berkembang. Jika budaya yang sedang trend adalah budaya film hantu, kemanakah arak perkembangan budaya kita?

Mungkina diantara kita masih ingat bahwa menjelang berakhirnya kekuasaan Soeharto, film Indonesia memproduksi film-film dengan tema hantu dan seks. Kini film-film nasional berhantu juga banyak gentayangan di bioskop-bioskop.

Bahkan video amatiran via ponsel pun engga kalah mengumbar heboh penampakan hantu. Video-video ponsel ini tentunya juga akan mendongkrak penjualan film hantu. Fenomena apakah yang sedang berkembang?

Aku membuat film berdurasi 15 menit yang menceritakan bagaimana ilmu pengetahuan yang diajarkan di sekolah telah 'menyingkirkan' Tuhan dalam setiap kejadian, sehingga banyak anak-anak kita mulai tidak percaya bahwa mobil bisa berjalan atas kehendak dari Yang Maha Kuasa. Tak sedikit yang punya anggapan bahwa prosesi berdoa dianggap sebagai bagian dari kegiatan seremonial yang tak bermakna.

Tapi sayang, film itu dicekal pemutarannya oleh TVRI Jogja.

Apakah kita harus menyembunyikan kenyataan sisi negatif metode ilmu pengetahuan agar generasi muda tetap semangat menuntut ilmu?

Secara pribadi, aku tidak setuju. Spiritualisme adalah hasil evolusi manusia yang agung dan hanya dimiliki oleh spesies manusia. Mengabaikannya berarti sebuah langkah mundur yang akan merugikan kita semua.

Pesan video pendek berjudul "Akankah Tuhan Menolong Kita" di bawah ini mungkin baik, tapi video ini membajak lagu orang ... jadi jangan di gunakan untuk kepentingan komersil ataupun politik yah ...



video

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini