04 Desember 2009

Dewi Themis, Lady Justitia, Ibu Prita dan peluang SBY

Kasus Ibu Prita hadir ditengah carut marutnya kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan. Sosok wanita yang tengah didera kasus hukum dan mencoba meraih keadilan mengingatkan kita pada legenda-legenda perempuan simbol keadilan dari Yunani dan Romawi: Dewi Themis dan Lady Justitia.

Kisah Dewi Themis dalam legenda Yunani kuno merepresentasikan keadilan yang coba dihadirkan manusia sebagai sebagai wakil Tuhan di muka bumi. Dalam mitologi Romawi, dewi keadilan itu namanya Lady Iustitia adalah personifikasi dari dorongan moral yang bernaung di bawah sistem hukum.

Hadirnya mitos kedua dewi tersebut adalah usaha manusia untuk mencapai kesempurnaan dalam hidup. Kehadiran Tuhan dan dalam representasi Dewi Themis menunjukkan bahwa keadilan bagian dari manusiawi yang harus dipenuhi atas nama Tuhan. Sedang dorongan moral pada Lady Justitia merujuk pada keadaan yang dapat diterima oleh masyarakat luas.

Apakah kasus Ibu Prita sudah memenuhi rasa ketuhanan dan diterima secara moral oleh rakyat Indonesia? Melihat kondisi plembaga peradilan hukum yang tengah dicaci-maki oleh publik, sepertinya jawaban masih mengarah pada : BELUM.

Terlebih Presiden yang pada masa kampanye dulu sempat memberikan perhatian, kini tengah mengkhawatirkan keamaman tahtanya dengan menyatakan adanya gerakan 9 Desember.

Kalau saja Presiden memberikan sedikit saja perhatian pada Ibu Prita, maka masyarakat masih dapat merasakan bahwa presidennya memperhatikan perlakuan keadilan bagi masyarakat. Tapi sayangnya, perhatian itu belum ada sehingga masyarakat sendirilah yang harus bergerak mengumpulkan udang 204 juta rupiah sebagai biaya keadilan.

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini