18 Desember 2009

Dasar Ilmu Ekonomi?

Sejak abad pertengahan, ilmuwan arab telah mengidentifikasi akan adanya ekonomi neoliberal. Ilmuwan tersebut bernama Ibnu Kaldhun. Inilah ‘ramalan’ yang paling rasional dibanding peramal-peramal lain seperti Nostradamus maupun Joyoboyo dan Ronggowarsito.

Dalam dunia ilmu pengetahuan, kita mengenal adanya ramalan ilmiah seperti ramalan cuaca. Meski akurasi ramalannya juga belum 100% benar, namun terasa lebih ilmiah dibanding ramalan Nostradamus.

Jika ramalan cuaca didasarkan pada pengetahuan fisika alam, pengetahuan seperti apakah yang dimiliki oleh Nostradamus, Ibnu Khaldun, Ronggowartsito, Joyoboyo dan berbagai peramal besar lainnya?

Kemungkinan besar, para peramal dapat “membaca” siklus dunia. Alam semesta bergerak dalam sebuah mekanisme system yang bersiklus. Dari siklus electron yang mengintari inti atom hingga siklus perputaran galaksi, dan tak lupa siklus haid yang bikin bingung kaum pria.

Benda-benda di sekitar kita juga memiliki frekuensi gelombang, yang berarti juga punya siklus. Keseluruhan siklus ini bersatu membentuk siklus fenomena, seperti bersatunya elektron, proton dan neutron yang membentuk materi.

Pengetahuan akan adanya siklus dalam system perekonomian inilah yang membuat Ibnu Khaldun dapat menangkap bahwa system ekonomi tidak sepenuhnya acak, sehingga ia pun dapat meletakkan dasar-dasar ilmu ekonomi.

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini