20 November 2009

Sundel Bolong kalah sama Frankenstein

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dalam menjelaskan hubungan kausalitas antara satu fenomena dengan yang lain, telah menyingkirkan alam gaib dari keseharian kita. Sehingga, Tuhan yang berada di alam gaib pun makin jauh dari keseharian kita.

Selama ini, aku menjalankan ibadah sambil membayangkan bahwa aku menyembah sesosok mahluk yang memiliki kekuatan super hebat, berada di singgasana yang kupercaya sebagai tempat dimana Muhammad menerima perintah sholat 5 waktu. Sampai seseorang berkata kepadaku, “Tuhan bukanlah mahluk, Tuhan adalah Dzat yang maha tinggi dan berbeda dengan mahluk.”

Perkataan itu membuatku bertanya, “Jadi, siapakah yang aku sembah selama ini?” Ternyata selama ini aku menyembah sesosok mahluk yang tak lain adalah hasil kreasi atau imajinasi otakku sendiri, bukan Tuhan yang sesungguhnya.

Kini aku sadar, bahwa beribadah bukanlah menggunakan rasio melainkan menggunakan keyakinan alias iman.

Aku yakin, aku bukan satu-satunya orang yang mencoba memahami Tuhan dengan menggunakan analisis rasio kemudian terjebak dalam subyektivitas. System pendidikan yang hanya mengunggulkan kemampuan analisis rasional telah menenggelamkan potensi kemampuan spiritualitas manusia.

Fenomena kesurupan yang melanda dunia pendidikan kita mungkin adalah pesan khusus dari Yang Maha Kuasa untuk menyadarkan para pengambil kebijakan akan pentingnya spiritualitas.

Para psikolog boleh mengeluarkan jurus syndrome “Multiple Personality Disorder” untuk menjelaskan fenomena kesurupan. Tapi aku takkan menganggapnya sebagai kebenaran mutlak, karena aku sudah punya pengalaman buruk dengan gravitasi.

Hampir semua manusia percaya bahwa massa bumi menyembabkan timbulnya gaya yang menarik semua benda ke bawah. Tapi adakah bukti bahwa bumi benar-benar ‘menarik’ tubuh kita ke bawah? Newton sendiri mengatakan “Tak perlu dibuktikan bahwa gravitasi adalah gaya tarik bumi ….”

Dengan kata lain, gaya tarik bumi adalah kebenaran yang tidak memiliki bukti, tapi kita mempercayainya sebagai kebenaran yang lebih benar daripada kebenaran kitab suci.

p.s. Teori Einstein menunjukkan bahwa gaya gravitasi adalah fungsi ruang dan waktu, bukan semata-mata karena bumi memiliki kemampuan menarik benda-benda ke bawah.

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini