10 November 2009

Penghancuran Potensi Bangsa

Pertempuran akan menghasilkan arang dan abu, demikian pula pertempuran KPK vs POLRI. Jika keduanya telah lemah menjadi arang dan abu, Indonesia menjadi sapi perah yang empuk, gurih dan uenak tenan ..........

Di pihak kepolisian, Susno Duaji adalah sosok yang paling dihancurkan. Padahal ia memiliki sejarah sukses dalam memberantas mafia, dari mafia preman beserta beking-bekingnya sampai mafia berseragam Polisi, DLLAJR, TNI. Metode pemberantasan mafia yang dilakukan Susno memang terbukti di Yogyakarta, Jawa Barat dan Jakarta. Tidak tertutup kemungkinan metode ini diterapkan untuk membantai mafia peradilan, bahkan mafia yang dibeking presiden sekalipun!

Tapi sayang, meski tinggal selangkah lagi Susno mencapai tampuk kepemimpinan POLRI, dia direndahkan dan di olok-olok dalam kasus POLRI vs KPK. Kecil harapan metode pemberantasan mafia a la Susno yang terbukti efektif ini akan diterapkan untuk memberangus mafia peradian, dan mafia-mafia kakap lainnya.

Di pihak KPK, ada Antasari yang sukses menggiring besan presiden ke penjara. Tentunya diperlukan kualitas keberanian yang tidak main-main untuk menyeret kerabat pejabat sekelas presiden ke penjara.

Kini, keduanya tengah dijatuhkan dan injak-injak. Siapakah tokoh pengganti bagi keduanya?

Seiring dengan berjalannya waktu, penghancuran Susno dan Antasari mulai menunjukkan tanda-tanda adanya rekayasa, yang berarti bahwa ada pihak-pihak yang ingin memperbodoh pemerintahan Indonesia sehingga bisa dijadikan sebagai sapi perah.

Kita perlu menyadari bahwa kita hampir tidak dididik untuk menghargai nilai-nilai luhur, tapi cenderung menjadi penyembah angka. Simaklah berita tentang orang tua murid yang menggunakan mekanisme suap demi nilai untuk anaknya. Bahkan, tak sedikit guru yang mengajarkan cara curang demi mendongkrak prosentase kelulusan.

Dengan mental bangsa seperti di atas, tak heran jika rekayasa POLRI vs KPK akan memberikan hasil yang memuaskan bagi pihak-pihak yang hendak menjadikan Indonesia sebagai sapi perahan.

Mungkin saat ini seluruh elemen sudah cenderung mendukung keberhasilan "operasi sapi perah" ini. Tapi ada "pasukan" lain yang akan melawannya, yaitu "pasukan gaib' yang membuka kesadaran bangsa akan kondisi bangsanya sendiri.

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini