27 November 2009

Kesurupan Siswa Sekolah dan Kemenangan blog Titen atas Pelarangan Ujian Nasional

"It is the supreme art of the teacher to awaken joy in the creative expression and knowledge"
- Albert Einstein -
Sistem penilaian adalah satu-satunya cara untuk mengetahui kemampuan seseorang. Namun sistem ini hanya efektif bagi kultur yang mengedepankan "tanggung jawab" seperti di dunia barat. Sedang dunia timur lebih mengedepankan "keyakinan dan kepercayaan" sehingga sistem pendidikan barat tidak boleh ditelan mentah-mentah.

Umumnya, orang barat akan merasa sangat malu jika tidak dapat menunjukkan kemampuannya yang sebanding dengan nilai-nilai hasil sekolahnya. Orang barat umumnya akan berusaha dengan berbagai cara untuk meningkatkan kemampuannya untuk mencapai nilai raport yang tinggi.

Sedang di Indonesia, umumnya orang akan malu jika tidak dapat mencapai target nilai tertentu di sekolahnya. Sehingga banyak orang yang mau menyuap demi mencapai target nilai tanpa peduli kemampuan yang sesungguhnya. Hal ini dapat dilihat dari adanya kasus perjokian dalam ujian, bahkan ada guru yang mengajarkan kecurangan pada siswanya dengan memberikan jawaban ujian nasional melalui sms.

Para pakar pendidikan kita yang berhasil lulus dari universitas-universitas beken di luar negeri, tentulah sudah memiliki kultur dan pandangan yang berbeda dengan kebanyakan masyarakat Indonesia. Sehingga, para pakar pendidikan ini akan sangat kesulitan untuk menyusun kurikulum yang ANTI KESURUPAN!

Rasionalitas dalam kultur barat telah membuat perilaku keseharian mereka didominasi oleh parameter-parameter kuantitatif. Sehingga godaan-godaan dari ranah kepercayaan dan keyakinan menjadi sangat kecil. Sedang dalam diri orang timur, sudah tertanam kode genetik untuk mempertimbangkan kepercayaan dan keyakinan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Ilmuwan barat umumnya akan menelaah fenomena kesurupan sebagai gangguan psikologis yang dikenal dengan nama Multiple Personality Disorder (MPD). Namun, ilmuwan barat ini takkan mengerti bagaimana pasien MPD in disembuhkan oleh seorang kyai yang tak punya gelar pendidikan psikologi.

Sebagai orang timur, tentulah kita bisa mengerti bahwa kesurupan yang makin marak di kalangan generasi muda kita adalah petunjuk adanya penurunan kualitas "keyakinan dan Kepercayaan" terhadap keesaaan Tuhan. Mungkin karena pedidikan spiritualitas kita sudah terlalu dikesampingan sehingga kode genetik khas orang timur ini dengan mudah diganggu oleh kekuatan-kekuatan yang belum pernah (bahkan mungkin tidak akan pernah) diidentifikasi oleh sains.

Jadi, kalo mau menerapkan pendidikan dengan kultur barat, pastikan kode genetik khas orang timur sudah dicabut dari setiap individu bangsa Indonesia.

Jika meyakini bahwa kode genetik khas orang timur adalah hasil lompatan evolusi kemampuan manusia dalam upaya memahami alam semesta, mulailah dengan memahami bangsa sendiri sebelum studi banding ke luar negeri untuk menyusun kurikulum.

Sebagai pihak yang meyakini kode genetik orang timur adalah lompatan hasil evolusi dalam memahami alam semesta, maka pelarangan UN adalah satu tahap kemenangan yang membuka sejuta harapan.

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini