21 Oktober 2009

Solusi untuk Kasus Lapindo: Tak selamanya nafsu kapitalis harus berwujud setan

"All our lauded technologycal progress - our very civilization - is like the axe in the hand of pathological criminal."
- Albert Einstein -

Semburan Lumpur Lapindo telah sampai pada point of no return. Segala bentuk usaha untuk mengembalikan kepada kondisi semula sudah sangat sulit dan hampir mustahil.

Banyak orang pintar yang masih berpendapat bahwa menghentikan semburan Lumpur Lapindo adalah sebuah solusi. Padahal jika pada detik ini semburan berhasil dihentikan, apakah korban lumpurbisa mendapatkan lagi kehidupannya?

Ada kalanya solusi bukanlah eliminasi sumber permasalahan, melainkan tindak lanjut dari permasalahan itu sendiri.

Jadi, solusi yang mungkin terbaik bagi kasus Lumpur Lapindo adalah dengan mendorong riset pemanfaatan Lumpur Lapindo kepada group perusahaan milik Bakrie. Tentu saja riset yang dilakukan bukanlah riset dengan idealisme sekolahan/universitas yang hanya akan menjadi teks busuk di sudut perpustakaan. Melainkan sebuah riset yang dikelola dengan spirit kapitalis.

Untuk mendukung riset dengan spirit kapitalis ini, diperlukan intelejen industri untuk dapat menyusupkan hasil riset Lumpur Lapindo ke dalam mata rantai perekonomian. Masyarakat korban Lapindo bisa turut memanfaatkan lumpur sehingga bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Mungkin, solusi untuk kasus lapindo ini adalah solusi yang 'benar', bukan solusi ala Soeharto 'bereskan' (bereskan/bantai korban lapindo) ataupun solusi ala SBY 'lanjutkan' (lanjutkan penderitaan mereka huakakakakka). .... well, just kidding!

Jumlah Pembaca:


Freelance Writers
Freelance Writers

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini