10 Oktober 2009

Candi Kendulan: Petunjuk keruntuhan mataram kuno?

Pada awalnya cuman nemu berita tentang amblesnya tanah di sekitar lumpur Lapindo yang menimbulkan pertanyaan: Kalo tanah sekitar Lapindo sampe ambles, harusnya tekanan yang bikin lumpur menyembur sudah sangat berkurang alias mandeg. Tapi semburan terus berlangsung, bahkan sempet membesar. Lalu sebenernya dimana letak tekanan yang bikin lumpur terus menyembur?

Nah, pertanyaan itu bikin aku browsing sana sini untuk melanjutkan artikel tentang gempa. Tapi malah nemu blog seorang geolog yang bercerita tentang Candi Kendulan.

Dikisahkan bahwa Candi Kendulan pada fase awal terkubur oleh lapisan tanah endapan sungai dan soil. Padahal menurut logikaku, yang bisa mengubur candi di Yogyakarta dan sekitarnya adalah endapan lahar, tapi kenapa justru endapan sungai & soil?

Ini mengingatkan aku sama mimpi tentang keruntuhan kerajaan Mataram Kuno. Dalam mimpiku yang aneh, mula-mula aku melihat pasukan bersenjata tombak dan panah berjalan dalam barisan. Orang-orang mengelu-elukan pimpinan pasukan yang bernama Mpu Sindok. Trus aku melihat sebuah gerbang joglo dimana seorang perempuan cantik melepas kepergian tentara itu. Dari suara-suara disekitarku, aku tahu kalo putri itu bernama Diah Wawa.

Tiba-tiba tanah berguncang, kemudian miring. Dari belakang gerbang joglo muncul gelombang dengan buih berwarna putih, mirip tsunami, menenggelamkan joglo bersama Putri Dyah Wawa. Sang putri engga ketakutan, dia malah tersenyum bikin aku jadi bingung.

Trus, tiba-tiba aku seperti ambles ke dalam tanah sebelum air menyapu tubuhku dan berada dalam goa yang dipenuhi lumpur. Lumpur ini berkontraksi seperti layaknya suspensi. Tiba-tiba aku kesedot keluar, nongol dipermukaan tanah. Ternyata aku nongol di bekas pengeboran Lapindo. Mimpi ini terlalu jelas, bahkan aku bisa mengingat beberapa detailnya, makanya terus membayangiku.

Nah berkaitan dengan situs Candi Kendulan, mungkinkah endapan sungai dan soil yang dimaksud adalah endapan yang ditimbulkan oleh tsunami?

Jumlah Pembaca:
Freelance Writers
Freelance Writers

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini