15 September 2009

Masih kebawa-bawa gempa

Maksud hati membuka info CPNS di website BMKG, ternyata link-nya ga beres. Jadinya malah hunting informasi seputar gempa di Pulau Jawa. Mungkin mimpiku masih terbawa sampai sekarang, makanya masih sering iseng cari-cari info seputar gempa di Jawa.

Layaknya mahluk awam, pergerakan lempeng Indo-Australia adalah biang kerok semua gempa di Pulau Jawa. Lempeng ini terletak lebih dari 100 km di bawah Pulau Jawa. Tapi ternyata ada banyak gempa yang berasal dari kedalaman kurang dari 50 km. Trus, apa penyebab gempa-gempa dangkal yang kini sering terjadi?

Salah satu keunikan adalah frekuansi gempa sebelum dan sesudah gempa Jogja 27 Mei 2006. Sebelum gempa Jogja, gempa yang ditimbulkan oleh pergerakan lempeng relatif sedikit, namun terjadi peningkatan setelah gempa Jogja. Demikian pula gempa-gempa dangkal yang juga frekuensinya bertambah.

Dari data gempa dengan magnitude lebih dari 5, diketahui tahun 2001, tercatat 4 kali gempa di Pulau Jawa, 2002 tidak ada, 2003 ada 2 kali, 2004 ada 2 kali, 2005 ada 2 kali, 2006 ada berpuluh-puluh kali, 2007 ada 17 kali, 2008 ada 11 kali dan sampai 16 September tercatat 16 kali gempa di tahun 2009.

Dalam mempelajari sebuah sistem, diketahui klo sebuah sistem menuju stabil maka bentuk gangguan akan makin mengecil, atau orang bilang bahwa gempa susulan akan lebih kecil dibanding gempa utama. Nah, klo gempa Jogja 27 Mei 2006 adalah gempa utama dengan magnitude 6.3 maka gempa berikutnya seharusnya lebih kecil. Tapi data yang kuperoleh menunjukkan adanya gempa ber-magnitude 7.7 pada tanggal 17 Juli 2006.

Klo dilihat dari gejala-gejala di atas, bisa disimpulkan bahwa mekanisme gempa di Pulau Jawa tidak dipicu oleh satu sistem saja.

Mungkin pergerakan lempeng Indo-Australia tidak langsung mengguncang permukaan bumi Jawa, melainkan hanya mengubah struktur kekuatan lapisan tanah Pulau Jawa. Perubahan struktur ini disimpan untuk kemudian dikeluarkan dalam bentuk gempa ataupun letusan gunung berapi.

Nah klo pergerakan lempeng menimbulkan perubahan struktur kekuatan, trus apa yang memicu perubahan struktur kekuatan menjadi gempa? Jawaban paling logis adalah 'aktivitas di permukaan Pulau Jawa, baik aktivitas alami maupun aktivitas manusia'.

Aktivitas alam contohnya adalah pasang surut air laut. Di TV pernah ditayangkan semburan gas kecil yang digunakan oleh warga sidoarjo untuk memasak. Semburan ini membesar manakala air laut pasang. Ini bukti betapa rentan kekuatan daya topang Pulau Jawa hingga mampu mengubah tekanan gas di dalam tanah Pulau Jawa.

Sedangkan aktivitas manusia contohnya pembangunan gedung pencakar langit, pengeboran minyak ..... (yah, balik mimpi maning .... )

Jadi kalo ada firman Tuhan yang menyatakan klo gempa juga akibat ulah manusia, bukan cuma ulah lempeng-lempeng, maka firman itu benar adanya.

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini