10 Maret 2009

PEMBERANTASAN KORUPSI ATAU PERENCANAAN PEMBANGUNAN DULU?

Sambil mendengarkan diskusi anti korupsi di radio, aku berandai-andai. Andai penyelenggaraan negara benar-benar bersih dari korupsi tapi arah kebijakan pembangunan justru menjadikan negara terjebak dalam kelemahan, apakah akan bermanfaat?

Jadi, pilih mana, 60 persen anggaran negara dikorupsi tapi negara menjadi makmur, atau, anggaran bebas korupsi tapi negara dirundung oleh berbagai kerusakan sumber daya alam yang membuat negara tak lagi punya masa depan?

Bagi orang yang percaya bahwa bebas korupsi benar-benar akan membuat negara makmur, dua pilihan di atas kelihatannya adalah pilihan yang mustahil. Argumen yang paling umum diajukan adalah “Jika negara korup maka Tuhan akan menghukum negara itu. Jika negara bersih maka Tuhan akan memberkahi negara itu”. Tapi sayang, logika seperti ini adalah logika manusia, bukan logikanya Tuhan.

Jika kita meyakini logika argumen di atas, seakan-akan kita tahu apa yang akan Tuhan lakukan. Jika kita merasa tahu apa yang akan Tuhan lakukan, berarti kita tanpa sadar telah menganggap bahwa Tuhan lebih bodoh dari kita, bukan?

Lagi pula, umat muslim paham benar bahwa Tuhan tidak akan mengubah Nasib suatu bangsa kecuali bangsa itu sendiri yang mengubahnya.

Bagi Tuhan, tidak ada yang tidak mungkin, karena Dia bisa menciptakan apa saja semudah manusia membalik telapak tangan.

Jadi, kembali pada pilihan, korup tapi makmur atau bersih tapi miskin?

Kalo aku sih pilih bersih dan makmur!

Trus, klo harus memilih Pemberantasan Korupsi dulu atau Perencanaan Pembangunan dulu, aku pilih ”goyang duyu”

”....... ayo goyang ..... duyu ....... bebaskanlah hatimu .....”

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini