24 Maret 2009

Iseng Ekonomi Dunia

Sebagai orang yang memiliki background teknik dan hanya memahami ekonomi lewat teorinya Ibnu Khaldun, tentunya akan memiliki pandangan yang berbeda dalam menelaah ekonomi. Mungkin pula jadi pandangan yang engga bermutu. Tapi klo engga bikin artikel soal ekonomi yang banyak fenomena non-liniernya, kayaknya kok ada yang kurang..

Banyak analis ekonomi yang meramalkan resesi global akan membayangi perkonomian di tahun 2009. Hal ini karena bisnis financial yang baru saja diluluhlantakkan oleh krisis subprime mortgage yang hingga saat ini belum sepenuhnya pulih.

Awalnya aku berharap, resesi ini disebabkan karena economic bubble yang dimotori oleh pertumbuhan ekonomi di China sehingga dengan cepat akan pulih dengan sendirinya. Tapi setelah membaca sekilas sejarah subprime mortgage crisis, kayaknya harapanku musnah sudah.

Kebijakan kredit kepemilikan rumah yang mudah mulai tahun 2000 membuat pembelian property meningkat di Amrik. Akhirnya, banyak orang amrik yang menghemat pengeluaran buat nyicil rumah. Jika ada 100.000 keluarga amrik yang membeli rumah dan menghemat pengeluaran sampai dengan 5 dollar sehari, maka 0.5 juta dollar omset perdagangan domestic amrik akan menghilang tiap harinya. Ini mengakibatkan banyak perusahaan local amrik mulai kehilangan omsetnya, tak ada pilihan selain mengurangi karyawannya. Disisi lain, penghematan para nasabah membuat produk China yang terkenal murah makin merajai pasar amrik.

Pengangguran amrik di akhir tahun 2000 adalah 3.9%, membengkak menjadi 6.3% dipertengahan 2003 ( http://www.economagic.com/em-cgi/data.exe/scratch/66-249-71-97!feddal_ru ). Import Amrik dari china pada tahun 1999 hanya 81.8 juta dollar membengkak menjadi 152.4 juta dollar di tahun 2003 (http://www.uschina.org/statistics/tradetable.html ).

Dengan paket stimulus dari Bush, perlahan-lahan ekonomi amrik mulai beradaptasi dengan produk China pada tahun 2004-2007. Hal ini terlihat dari peningkatan import produk China yang mencapai 321.5 juta dollar. Tapi sayangnya, omset yang hilang kemungkinan tidak kembali ke pasar domestic amrik, entah dibawa kemana sama Fannie Mae dan kawan-kawannya. Akhirnya, adaptasi ekonomi amrik terhadap produk china engga bertahan lama. Satu demi satu perusahaan amrik mulai mengurangi karyawannya dan kredit perumahan pun mulai banyak yang macet akibat nasabahnya kehilangan pekerjaan. Februari 2009, pengangguran di Amrik mencapai 8.1%!

Dengan kelesuan ekonomi yang parah, permintaan produk china dari USA pun menurun hingga 17.4% di awal tahun 2009 ini. Pengangguran pun merayap ke Negeri Tirai Bambu.

Dalam persamaan non-linier, dikenal istilah persamaan Lyapunov Multiplier. Jika persamaan lebih kecil dari nol maka system menuju ke kematian, jika lebih besar dari satu maka akan menjadi chaos, jika berada diantara nol dan satu maka system akan stabil.

Kelihatannya, dalam kasus resesi global yang dimotori perdagangan USA-China, persamaan Lyapunov Multiplier-nya lebih kecil dari nol. Jadi tidak lagi dibutuhkan sekedar inovasi belaka, melainkan sebuah terobosan alias breaktrough.

Susah cari breakthrough buat perdagangan internasional. Boro-boro perdagangan internasional, breakthrough buat nasib diri sendiri aja engga bisa….

Jumlah Pembaca:
Article Writing
Article Writing

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Artikelnya bagus dan inspiratif.

Terima Kasih sudah membuat tulisan ini.

Alifadian Yuhaniz mengatakan...

sama-sama

Ada kesalahan di dalam gadget ini