10 Maret 2009

BAHAGIAKAH?

Udah beberapa kali aku melintasi kota solo dari arah selatan skitar jam tujuh malam, dan pasti ketemu sama seorang ayah yang mengamen di perempatan lampu merah dimana anak istrinya menunggu di tepi jalan.

Sang Ayah akan mendekati mobilku dengan raut muka tersenyum sangat cerah dan bersemangat. Beda dengan para pengamen-pengamen yang biasanya menyanyi tanpa semangat hanya menunggu uluran uang kecil dari kaca jendela mobil.

Setelah selesai menghampiri mobil-mobil yang berbaris di lampu merah, sang ayah akan menyebrang jalan kemudian menyerahkan uang hasil mengamen pada putri kecilnya yang berdiri di tepi jalan. Si Putri kecil akan membawa uang pemberian ayahnya sambil berlari kecil kepada ibunya yang duduk di emper toko menjaga bayinya. Sang ayah akan kembali ke zebra cross untuk kembali mendendangkan lagu bagi para pengendara kendaraan.

Senyum di keluarga kecil itu mengembang begitu cerah. Aku pun ikut tersenyum, sepertinya aku ikut larut dalam kebahagiaan mereka.

Mungkin aku lebih beruntung daripada keluarga kecil di perempatan di kota Solo itu. Tapi apakah aku lebih bahagia dari mereka? Entahlah.

Solo, Februari 2009.

[Hehehe…. Ternyata masukin keyword ke naskah ini bikin pusing juga, ya udah, masukin disini aja … autoblackthrough dan black in news.]

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini