07 Januari 2009

Bensin Takut Miskin


Hari ini aku dua kali mengisi bensin eceran di kios pinggir jalan, yah.... hitung-hitung berbagi rejeki dengan kaum marginal. Mungkin ini adalah sisi baik dari kebijakan penurunan harga BBM yang membuat pengusaha Pom Bensin engga mau rugi dan menutup SPBU-nya sehingga memaksa kita berbagi rejeki.

Terakhir mengisi bensin di belakang UIN Sunan Kalijaga, jam 11 malem. Si penjual langsung mengeluarkan sebuah jerigen kapasitas 5 liter sebelum aku sempat menghentikan mobil di depan kiosnya.

"Lho, kok tau klo aku mo beli bensin?" tanyaku.
"Emang banyak yang beli di sini, kok Mas" jawabnya kemudian berkomentar, "Orang-orang kaya pemilik Pom Bensin takut miskin, jadi engga mau kulakan dengan harga lama."
"Lha sampeyan engga takut miskin, po?" tanyaku lagi.
"Lha wong udah miskin kok takut miskin."

Hehehe..... risktaker sejati adalah orang yang tidak punya resiko!


Jumlah Pembaca:
Webcopy Writers
Webcopy Writers

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini